Artikel Terbaru

Peninggalan Yohanes Paulus II

Peninggalan Yohanes Paulus II
1 (20%) 1 vote

Baru-baru ini, dalam suatu diskusi Kitab Suci ada yang berpendapat perihal umur manusia pertama tidak lebih dari seribu tahun, yakni dengan menghubungkan Sabda Tuhan: ”. . . pada hari engkau memakannya pastilah engkau mati” (Kej 2:17) dan ”satu hari sama dengan seribu tahun” (Mzm 90:4 dan 2 Ptr 3:8).
 
Paulus Gunawan Solaiman, [email protected]
 
Menurut Kitab Suci, memang benar umur manusia pertama, Adam, tidak lebih dari seribu tahun. Tepatnya, Adam meninggal pada usia 930 tahun (Kej 5:5). Karena hal ini dikatakan secara gamblang dalam Kitab Kejadian, maka tidak diperlukan penafsiran apa pun untuk mengetahui usia Adam.
 
Juga sebenarnya ketiga ayat yang dirujuk tidak bisa ditafsirkan sebagai indikasi umur Adam. Teks ini berasal dari tradisi Imamat. Ungkapan ”mati” dalam tradisi itu berati disingkirkan dari persekutuan dengan Allah seperti halnya dalam Yeh 18, yaitu dengan diusir dari taman Firdaus. Jadi, ”mati” tidak berarti dibunuh atau meninggal.
 
Demikian pula, ungkapan Mzm 90:4 : ”satu hari sama dengan seribu tahun” tidak bisa dimengerti secara harafiah. Ayat itu mau mengatakan bahwa ”ukuran” Tuhan tidaklah sama dengan ukuran manusia. Rencana Tuhan tidak sama dengan rencana manusia. Pikiran Tuhan bukanlah pikiran manusia. Perbedaan antara keduanya sedemikian jauh seperti perbedaan antara satu hari dan seribu tahun.
 
Lalu apakah benar Adam berusia sedemikian tua? Mayoritas para ahli Kitab Suci berpendapat bahwa umur para bapa bangsa dalam Perjanjian Lama mempunyai makna simbolis yang pada jaman itu lazim diterima di daerah tersebut.
 
Angka seribu adalah angka ilahi, angka Tuhan. Sedangkan angka 70 adalah simbol dari kesempurnaan. Maka umur Adam 930 tahun berarti 1000 – 70. Artinya, Adam yang diciptakan menurut citra Allah mempunyai karakter ilahi. Ketika Adam jatuh ke dalam dosa, maka Adam kehilangan kesempurnaan. Karena berdosa, umur Adam tidak bisa menyamai angka ilahi, angka Tuhan.
 
Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*