Artikel Terbaru

Tanpa Ritus Pembuka

[google image]
Tanpa Ritus Pembuka
1 (20%) 1 vote
HIDUPKATOLIK.comSaya mengikuti Misa Jumat pertama pada Masa Prapaskah yang lalu di sebuah paroki. Yang mengganjal hati saya ialah bahwa sesudah jalan salib, perayaan Ekaristi langsung dimulai dengan bagian persembahan tanpa Ritus Pembuka dan Liturgi Sabda? Apakah bisa dibenarkan?
 
Nick, Bandung
 
Pertama-tama, kita perlu mengetahui dengan lebih baik apa itu liturgi sabda dan apa itu devosi jalan salib.
 
Liturgi adalah ibadat resmi Gereja atau pemujaan dan sembah bakti kepada Tuhan yang dilakukan oleh umat beriman sebagai Gereja. Liturgi melangsungkan ibadat Kristus sebagai Imam Agung. Maka, liturgi bukanlah pertama-tama bakti manusia kepada Allah, melainkan perayaan bersama Gereja sebagai Tubuh bersama dengan Kepalanya, Kristus, dan dalam Roh Kudus untuk menghadirkan kembali karya penyelamatan Allah.
 
Jalan salib adalah sebuah devosi. Yang dimaksud dengan devosi ialah penyerahan diri sepenuh hati, dalam sikap doa yang membuat orang beriman menjadi sangat tanggap kepada kehendak Allah. Sikap ini diungkapkan dalam doa, kebaktian atau perilaku khusus, misalnya jalan salib, rosario, devosi kerahiman ilahi.
 
Jadi, yang membedakan liturgi dari devosi ialah sifat resminya sebagai ibadat Gereja yang menghadirkan ibadat Kristus. Devosi lebih merupakan bakti manusia kepada Allah, dan bukan tindakan resmi sebagai Gereja.
 
Devosi jalan salib bisa bersifat umum (public) seperti halnya liturgi, tetapi tetap tidak bisa disetarakan dengan Liturgi Sabda. Dalam Liturgi Sabda, Allah sendiri hadir dan menyampaikan Sabda-Nya untuk santapan rohani kita. Dalam devosi kita yang aktif merenungkan Sabda Allah.
 
Sedikit catatan dari Instruksi Redemptionis Sacramentum no 75. Berbicara tentang penggabungan pelbagai ritus dengan perayaan Misa, Kongregasi Ibadat dan Tata-tertib Sakramen mengingatkan bahwa hal itu hanya boleh dilakukan sejauh yang sudah diizinkan.
 
Dalam kasus di atas, yang terjadi bukan penggabungan tetapi penggantian, bukan dengan ritus tetapi dengan devosi. Dari uraian di atas, menjadi jelas, devosi jalan salib tidak bisa dan tidak boleh menggantikan Liturgi Sabda dari Ekaristi.
 
Memang devosi jalan salib seringkali menjadi ungkapan tobat umat yang ikut serta dalam devosi tersebut. Karena itu, saya berpendapat bahwa devosi jalan salib bisa menggantikan bagian Tobat dari Ritus Pembuka perayaan Ekaristi.
 
Dalam mendoakan rosario, apakah harus 50 butir semuanya ataukah boleh sebagian yang kita doakan?
 

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*