Artikel Terbaru

Lenaria Situmorang: Srikandi Stasi Ara Payung

Lenaria Situmorang: Srikandi Stasi Ara Payung
1 (20%) 1 vote

Lena mengakui lebih sulit mengumpulkan umat untuk pendalaman iman, daripada mengajak umat menghadiri Misa atau doa lingkungan. Dia memilih berkatekese saat menjelang Misa atau Ibadat karena lebih banyak umat hadir di kapel.
Meski sudah berkeluarga, Lena juga sering berada di antara kaum muda dan remaja stasi. Dia mendorong mereka agar berani tampil di altar, baik sebagai misdinar, lektor, pemazmur, maupun dirigen. “Keberhasilan seorang pemimpin terletak pada kejelian melihat kemampuan anggotanya,” ucap Lena.
Salam Tempel
Seiring waktu, Lena melihat umat mulai giat terlibat dalam tugas dan kegiatan Stasi. Masa sebelumnya, mereka menghindar atau menolak diberi tanggung jawab. Namun kini, justru merekalah yang minta agar dilibatkan atau diberi peran, misalkan ikut berpartisipasi dalam kor atau petugas liturgi pada saat Misa dan Ibadat Sabda.
Seringkali Lena mendapat “salam tempel” (uang), usai melatih atau mendampingi umat sebagai rasa terima kasih untuknya. Namun ia berikan lagi untuk kebutuhan stasi.
Lena memiliki pandangan, stasi bukan hanya sebagai himpunan umat, tetapi juga persekutuan sel-sel terkecil Gereja, yakni keluarga. Karena itu, pengurus stasi yang dia pilih bukan personal atau pribadi, melainkan pasangan suami-istri. Pemilihan itu bertujuan agar suami-istri terlibat aktif di stasi dan saling membantu.
“Kereta” Stasi Ara Payung tak selalu melaju dengan mulus. Ada kalanya jalan “kereta” itu tertatih-tatih karena kerikil-kerikil perbedaan pendapat. Lena menggangap hal itu lumrah dalam hidup bersama sebagai sebuah stasi. Bahkan dia mengakui, saat pertama kali namanya dicalonkan hingga beberapa bulan menjadi Ketua Stasi, ada beberapa umat yang meragukan kemampuannya karena dirinya seorang perempuan. Lena mampu menjawab keraguan itu lewat dedikasi dan karya nyata bagi Stasi Ara Payung.
“Menjadi pemimpin harus memiliki pandangan positif kepada siapapun. Memang, saya pernah mendengar ada umat yang khawatir Gereja Stasi bakal tutup. Tapi saya yakin, rahmat Tuhan senantiasa berkarya di sini. Jika ada kendala di stasi, semoga itu menjadi sarana agar umat di sini bersatu,” ungkapnya penuh harap.
Lena tak hanya memompa semangat dan kesadaran umat di bidang rohani. Dia juga menggenjot perekonomian mereka. Bersama umat dan pengurus stasi, dia merancang berbagai proposal untuk pemberdayaan ekonomi umat. Sasarannya adalah pertanian dan peternakan karena bidang tersebut merupakan mata pencarian utama mayoritas umat stasinya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*