Artikel Terbaru

Lenaria Situmorang: Srikandi Stasi Ara Payung

Lenaria Situmorang: Srikandi Stasi Ara Payung
1 (20%) 1 vote

Bekerjasama dengan Tim Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Medan, Stasi Ara Payung meluncurkan Program Budidaya Jamur Tiram. Sayang, program ini terhenti setelah beberapa waktu kemudian. Tetapi, aral itu tak menghentikan perjuangannya. Dia memantik semangat untuk memelihara babi, kambing, atau bebek.
Satu keluarga diberi lima ekor babi. Dalam setahun, babi bisa beranak hingga dua kali. Bahkan dalam satu kali beranak, seekor babi bisa menghasilkan enam ekor. Dari seluruh hasil, keluarga diminta menyerahkan 12 ekor babi. Babi-babi itu kemudian diberikan kepada keluarga-keluarga lain untuk diternakkan. Sistem tersebut hingga kini masih berlanjut.
Selain itu, Srikandi Stasi Ara Payung ini juga mengundang Tim PSE untuk memberi pelatihan dan penerangan kepada umat. Agar mereka semakin mampu mengelola keuangan keluarga di masa mendatang.
Bonus Pelayanan
Selama menjadi Ketua Stasi Ara Payung, Lena mengungkapkan sering mendapat “bonus dari Tuhan”. Dia bisa mengenal tempat-tempat ziarah di daerahnya. Selain itu, relasinya dengan kaum berjubah dan pejabat pemerintahan semakin luas. Tak heran, jika akhirnya dia dengan lapang dada mengikhlaskan putrinya, Sr Hanna KSFL, menekuni panggilan hidupnya. Kini, buah hatinya itu menetap di Biara Susteran KSFL di Desa Bane, Pematangsiantar.
“Jika dulu di stasi kami banyak kaum ‘Yusuf’ yang melayani altar, sekarang ini saya juga banyak melibatkan kaum ‘Maria’ untuk pelayanan demi perkembangan Gereja-Nya”, kata Lena. Tak pelak, berkat totalitas pelayanannya, Lena didaulat sebagai Srikandi Stasi Ara Payung untuk kedua kalinya sejak tahun lalu hingga empat tahun mendatang.
Nicolaus Heru Andrianto

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*