Artikel Terbaru

Vincensius–Catharina: Mengayuh Bersama Biduk Perkawinan

Pasutri Conny–Vincent
[NN/Dok.Pribadi]
Vincensius–Catharina: Mengayuh Bersama Biduk Perkawinan
1 (20%) 1 vote
HIDUPKATOLIK.comSaling mengasihi dan menguatkan terus diupayakan pasangan ini dalam hidup perkawinan. Mereka bersama-sama memberikan pelayanan, khususnya di Gereja.
Pasangan suami-istri (pasutri) Vincensius Paliling–Catharina Conny Wira menikah 22 tahun yang silam. Mereka dikaruniai tiga buah hati. Vincent, sapaannya, mengenang apa yang dirinya dan sang istri idam-idamkan sewaktu pacaran sangat berbeda dengan yang mereka alami setelah menikah. Namun, mereka berusaha untuk menjaga keutuhan keluarga yang mereka mulai.
Pasutri ini berusaha tetap saling mengasihi, pun dalam kondisi yang kurang baik. Misalnya, Vincent dan Conny sempat long distance relationship (LDR) karena pekerjaan. Selain itu, “badai” sempat menghantam biduk rumah tangga mereka. Usaha tambak udang Vincent mengalami kegagalan sehingga Conny menjadi tulang punggung keluarga.
Dalam kondisi seperti itu, Vincent merasa dikuatkan oleh sang istri dan keluarganya. “Saya bahagia karena saya masih ada keluarga. Itu satu-satunya yang masih saya miliki. Kalau tidak ada keluarga, mungkin saya tidak di sini,” ungkap Vincent.
Saling Menguatkan
Perkenalan Conny dan Vincent terjalin dalam kebersamaan mereka di kegiatan paroki. Sekitar empat hingga lima tahun berteman, dua sejoli ini jatuh hati. Mereka berpacaran selama lima tahun. Latar belakang dan budaya yang berbeda menjadi salah satu alasan mereka ingin saling mengenal lebih dalam. Tak heran jika dibutuhkan waktu pengenalan satu sama lain cukup lama. Conny merupakan gadis keturunan Tionghoa Makassar. Sementara itu, Vincent berasal dari Tana Toraja. “Waktu itu, relasi seperti kami belum lumrah,” kenang Vincent.
Conny mengakui, keluarga sempat tak merestui hubungan mereka. Namun, karena sudah saling mengenal dan mencintai, mereka mengikrarkan janji setia sebagai suami-istri di hadapan Romo Lucas Paliling, kerabat Vincent.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*