Artikel Terbaru

Menjadi Teladan Hidup Doa

Menjadi Teladan Hidup Doa
3 (60%) 2 votes

Romo Thomas Ulun Ismoyo
Direktur Pusat Pastoral Samadi, Klender, Jakarta Timur

Sejak kedatangan para Suster OCD ke Pusat Pastoral Samadi, Klender, Romo Thomas Ulun Ismoyo adalah salah satu sosok paling sibuk. Ia yang sehari-hari membantu para suster menyiapkan kebutuhan jasmani di biara yang baru. “Intinya adalah memastikan bahwa mereka bisa tinggal dengan nyaman dan aman. Sehingga keheningan dan kehidupan doa yang menjadi ciri khas mereka bisa tetap berjalan baik,” kata Romo Ulun.

Sebagai imam KAJ, Romo Ulun merasa sangat senang dengan kehadiran para Suster OCD. Kehadiran mereka seperti oase bagi Gereja KAJ. Mereka bisa mendoakan para imam dan umat yang setiap hari berjibaku dengan kehidupan di kota.

Gaya hidup rohani para suster yang mengutamakan keheningan dapat menggaungkan kembali betapa penting waktu hening dalam kehidupan. Para Suster OCD ini akan menghadirkan keheningan itu, saat di mana umat bisa berjumpa dan mendengarkan suara Tuhan.

Romo Ulun berharap, umat KAJ ikut bersyukur, karena kehadiran para Suster OCD menambah jumlah tenaga pendoa yang merupakan jantung Gereja. “Semoga gaya hidup mereka mampu menginspirasi kita untuk mencari dan menemukan Tuhan di tengah keramaian.”

Romo F.X. Widyatmaka SJ
Kepala Paroki Duren Sawit

Saat ini para Suster OCD menempati Kampus IV Wisma Samadi, Klender. Mereka juga akan membangun biara baru di kompleks Wisma Samadi juga. Itu berarti biara Suster OCD berada di wilayah Paroki Duren Sawit. Maka para imam yang bertugas di Paroki Duren Sawit juga mendapat tugas melayani perayaan Ekaristi di biara ini. Sesuai jadwal, para imam di Paroki Duren Sawit akan memimpin Misa empat kali dalam satu bulan di biara suster OCD.

Romo Widyatmaka juga menanggapi postif kehadiran para Suster OCD ini. Menurut dia, kehadiran Suster OCD merupakan rahmat bagi KAJ. Kehadiran biara kontemplatif ini memberi warna baru. “Semoga kehidupan para Suster OCD bisa menginspirasi umat KAJ untuk kembali menemukan waktu hening dalam keseharian.”

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*