Artikel Terbaru

Markus Bria dan Maria Tay: Bersandar Kepada Tuhan

Markus Bria dan Maria Tay: Bersandar Kepada Tuhan
1 (20%) 1 vote

Profesi Markus sebagai pembuat perhiasan banyak menyedot perhatian masyarakat setempat pada masa itu. Hampir semua wilayah di Kabupaten Belu dan Malaka pernah Markus sambangi. Ia menaklukkan medan jalanan yang menantang dengan berjalan kaki atau menunggang kuda. Niat dan tekadnya yang kuat memampukannya untuk menghalau berbagai rintangan. Keutamaan Markus itu pulalah yang dulu sanggup membuat hati Maria lumer. Apalagi pekerjaan yang ia tekuni membawa misi mulia, yakni demi keluarga tercinta.

Karya dan jasa Markus laris manis di tiap kampung yang dikunjunginya. Kesuksesan yang ia dulang tak semata-mata karena barang dan keahliannya, tetapi Markus bisa menjaga kepercayaan tiap konsumennya. Ia tak mau menggadaikan harga dirinya demi menggaet keuntungan besar. Markus mengedepankan kejujuran dalam karyanya. Tak heran meski banyak permintaan konsumen, keuntungan yang ia dapat hanya cukup menambal kebutuhan keluarga sehari-hari. Markus tetap mensyukuri rezeki yang diperolehnya.

Membangun Fondasi
Jalinan cinta antara Markus dengan Maria membuahkan sembilan anak. Dua di antara sembilan anaknya menjadi imam, yakni Mgr Benyamin Yosef Bria, Uskup Denpasar (2000-2007) serta Romo Ignas A. Bria Neno, yang berkarya sebagai Kepala Paroki St Gerardus Nualain, Keuskupan Atambua. Sementara itu, mereka di karuniai 22 cucu dan dua cicit dari buah hati mereka yang memilih panggilan hidup berkeluarga.

Buah dari kehidupan doa di dalam keluarga Markus memang kini terasa manis. Tuhan menjawab setiap doa mereka dengan penuh kepastian. “Doa menjadi kekuatan kami. Bagaimana mungkin ke harmonisan cinta dalam keluarga bisa ada jika lupa Tuhan”, cetus Markus. Pondasi rumah tangga ia bangun dalam penyelenggaraan Ilahi.

Mereka tak pernah absen menghadiri Misa Mingguan. Kata Maria, perayaan Ekaristi sudah menjadi “ritus” rumah tangga yang tak mungkin mereka abaikan. “Tak ada alasan untuk tidak Misa. Untuk Tuhan tidak boleh berbelit-belit untuk terlibat,” lanjutnya. Markus dan Maria juga ambil bagian dalam kelompok Legio Mariae. Dalam kerentaan, mereka setia dalam doa bersama.

Hingga detik ini, Markus dan Maria tak pernah melewatkan hari tanpa berdoa Rosario. Mereka mendoakan lima peristiwa doa Rosario tiap hari. Umat Paroki St Maria Nurobo, Keuskupan Atambua ini juga rutin membaca Kitab Suci. Meski fisik telah membungkuk udang, hal itu tak mengurangi penglihatan mereka untuk mencecap Sabda Tuhan.

Lutut Markus dan Maria menyentuh Ibu Pertiwi saat mendengar putra sulungnya, Romo Benyamin Yosef Bria dipilih Bapa Suci Yohanes Paulus II menjadi Uskup Denpasar pada 14 April 2000. “Sungguh mengejutkan kami. Semuanya rencana Tuhan. Kami orangtua hanya bisa bersyukur atas karya Tuhan dalam diri keluarga kami,” ujar Markus.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*