Artikel Terbaru

Markus Bria dan Maria Tay: Bersandar Kepada Tuhan

Markus Bria dan Maria Tay: Bersandar Kepada Tuhan
1 (20%) 1 vote

Markus mengakui, mereka bukan berasal dari keluarga Katolik tulen. Sebagian besar keluarga mereka menganut Kristen Prostestan. Meski begitu, kerukunan di antara mereka tetap tersimpul erat. Markus dan Maria mengulum senyum bahagia, meski latar belakang keyakinan mereka beragam. Tuhan justru memilih kedua putra mereka sebagai gembala umat.

Kesetian Markus dan Maria kepada Tuhan diuji. Pada 18 September 2007, pasangan renta itu mendapat kabar yang amat menyayat hati. Putra sulung mereka, Mgr Benyamin Bria mangkat. Doktor Hukum Gereja dari Universitas St Paulus Kanada itu meninggal pada usia 51 tahun. “Ini cobaan terberat dalam keluarga kami,” ucap Markus, sembari berlinang airmata.

Bagaikan disambar petir di siang bolong, berita itu sangat mengejutkan Markus dan sang istri. Selubung duka menyelimuti keluarga mereka. Padahal, Mgr Benyamin baru tujuh tahun mengabdi sebagai gembala Gereja di Pulau Dewata. “Saya langsung lemas. Tak percaya dengan kabar duka itu. Apa benar peristiwa itu sungguh terjadi?” sambung Maria terisak.

Menjadi Pendoa
Markus dan Maria tak bisa berbuat banyak. Tubuh mereka lemas seiring berhembusnya kabar duka itu. Pasangan yang tak lagi muda itu hanya bertelut dan menumpahkan seluruh kedukaan kepada Tuhan. “Tangan dan kaki saya gemetar (ketika mendengar kabar Mgr Benyamin meninggal.Red). Begitu cepatkah buah hati kami harus meninggalkan semuanya? Inilah kehendak-Mu, jadilah seperti yang Engkau kehendaki?” ujar Markus.

Duka pasangan suami istri ini sungguh dalam. Tapi ada secercah kesadaran dalam diri mereka. Anak ha nyalah titipan Tuhan. Mereka hanya diminta untuk menjaga dan merawat titipan Tuhan yang berharga itu. Jika suatu saat Tuhan membutuhkannya, Dia akan meminta kembali titipan-Nya.

Seiring waktu, Markus dan Maria pun sadar. Mereka justru berterima kasih kepada Tuhan. Dalam keterbatasan mereka, Dia berkenan menitipkan putra-Nya. Markus dan Maria juga sadar, bersama Tuhan, si sulung yang telah mendahului mereka kini menjadi pendoa untuk keluarga dan umat yang pernah ia layani. Mereka yakin, berkat doa putranya itu pula, hingga kini Markus dan Maria masih diberi kesehatan, bahkan bisa mereguk nikmat kasih Tuhan pada ulang tahun pernikahan mereka yang ke-60.

RD Inosensius Nahak

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*