Artikel Terbaru

St Silverius I: Putra Paus Jadi Paus

St Silverius I: Putra Paus Jadi Paus
1 (20%) 1 vote

Cerita Kontroversial
Pemilihan Paus Silverius I dianggap tak lazim sehingga muncul cerita-cerita kontroversial. Seorang Subdiakon berhasil naik takhta sebagai Uskup Roma mengalahkan seorang Diakon, hal ini dianggap aneh. Maka muncul kisah bahwa pengangkatannya sebagai Paus Gereja Katolik ke-58 ini menimbulkan penolakan besar dari para klerus di Roma.

Penolakan itu berhasil diredam Raja Theodahad dengan sangat rapi. Paus Silverius I dituduh memberi uang sogok kepada Raja Theodahad untuk memuluskan keinginannya naik takhta sebagai Uskup Roma. Tuduhan ini sama sekali tak\ beralasan dan keliru.

Banyak kesaksian para klerus di Roma yang justru sangat bertentangan dengan versi kisah itu. Bahkan dikatakan, tak ada bukti sama sekali bahwa Paus Silverius I membayar Raja Theodahad. Kisah itu hanyalah fitnah dan bentuk perlawanan terhadap pemimpin resmi Gereja karena dilatarbelakangi kebencian kepada Paus Silverius I dan Bangsa Goth.

Silverius adalah Paus yang terpilih dalam situasi kekacauan. Ia menjadi bulan-bulanan pihak Kekaisaran Bizantium karena menentang Monofisitisme. Banyak sekali fitnah dan intrik untuk melemahkan, bahkan melengserkannya sebagai Patriark Roma.

Tak Mau Kompromi
Segera setelah bertakhta pada 8 Juni 536, Paus Silverius I didekati Ratu Theodora. Sang ratu ingin mengambil hati Paus agar mau bersatu dengan Patriark Konstantinopel, Anthimus I (535-536) yang memberlakukan Monofisitisme di yurisdiksi kepatriarkannya. Padahal pada masa pemerintahan Paus Agapetus I, Patriark Anthimus I sudah diekskomunikasi dan tak diakui sebagai Penerus yang sah dari Takhta St Andreas.

Meskipun dirayu dengan segala imingiming, Paus Silverius I bergeming dan sama sekali tak menanggapinya. Sikapnya ini membuat Ratu Theodora naik pitam. Ia berusaha melengserkan Paus dengan segala cara dan mencari jalan agar Diakon Vigilius bisa naik takhta.

Situasi Roma carut marut, perebutan kekuasaan internal Bangsa Goth dan meruncingnya hubungan mereka dengan Kekaisaran Bizantium, menandai awal penggembalaan Paus Silverius I. Tahun 535, setahun pasca Raja Theodahad berkuasa, Kaisar Justinianus Agung mendeklarasikan perang dengan Bangsa Ostrogoth. Ia ingin mengembalikan kekuasaan kekaisarannya di wilayah Barat.

Bangsa Ostrogoth sudah tak mau lagi tunduk dan telah menguasai daerah Sisilia, seluruh Italia, Perancis dan beberapa wilayah di Spanyol. Kaisar menganggap Raja Theodahad merebut kekuasaan secara tidak sah dari garis Raja Theodorik Agung, dengan menangkap, memenjarakan, dan akhirnya membunuh Ratu Alama suntha di Bolsena.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*