Artikel Terbaru

St Silverius I: Putra Paus Jadi Paus

St Silverius I: Putra Paus Jadi Paus
1 (20%) 1 vote

Bangsa Ostrogoth sudah tak mau lagi tunduk dan telah menguasai daerah Sisilia, seluruh Italia, Perancis dan beberapa wilayah di Spanyol. Kaisar menganggap Raja Theodahad merebut kekuasaan secara tidak sah dari garis Raja Theodorik Agung, dengan menangkap, memenjarakan, dan akhirnya membunuh Ratu Alama suntha di Bolsena.

Dilengserkan
Kaisar Justinianus Agung lalu mengirimkan pasukan dibawah komando Panglima Flavius Belisarius (505-565) untuk merebut kembali Italia. Apalagi, ia sudah mengalahkan Bangsa Vandal dan menguasai wilayah Afrika Utara.

Kemelut internal Ostrogoth terus berlanjut. Raja Theodahad dibunuh oleh Vitiges, menantu Ratu Alamasuntha. Vitiges menikah dengan putri Ratu Alamasuntha, Matasuntha, saudari Raja Athalarik. Vitiges lalu naik takhta pada Agustus 536. Ia segera membuat huru-hara di Roma. Banyak gereja dan katakombe dihancurkan. Relikui para kudus dinistakan.

Saat huru-hara itu, Jenderal Belisarius sudah berhasil menaklukkan Sisilia. Pada Desember 536, ia merangsek ke Napoli dan Roma. Kemenangan ini membawa angin segar bagi Ratu Theodora. Melalui istri Belisarius, Antonina, sang ratu mengirim pesan agar Paus Silverius I dilengserkan karena dituduh telah bersekongkol dengan Bangsa Goth dan membangkang pada kaisar. Usaha itu berhasil. Bapa Suci ditangkap pada Maret 537. Pakaian kepausannya dilucuti dan hanya diberi pakaian pertapa. Ia segera diasingkan ke Patara, Lycia. Saat itulah Diakon Vigilius naik takhta sebagai Paus ke-59 pada 29 Maret 537.

Kedatangan Paus Emeritus Silverius I ke Patara dimanfaatkan Uskup Patara untuk menemuinya. Sang uskup menemukan, Paus Emeritus tidak bersalah dan telah difitnah. Ia segera pergi ke Konstantinopel dan melaporkannya kepada kaisar. Sang kaisar lalu memerintahkan Belisarius menyelidiki kasus ini dan berhasil membuktikan bahwa Bapa Suci tak bersalah. Akhirnya kaisar memulihkan kekuasaan sah Paus Emeritus Silverius I. Sri Paus segera dibawa ke Italia dan muncul secara publik di Napoli.

Orang Kudus
Melihat hal itu, Paus Vigilius geram. Ia tak mau Paus Emeritus Silverius I naik takhta lagi. Berkat bantuan Ratu Theodora dan Antonina, ia berhasil secara diam-diam mengasingkan lagi Paus Emeritus ke Pulau Palmaria di Laut Tyrrhenia, bagian dari Laut Mediterania yang terletak di Pantai Barat Italia. Namun, ada juga cerita bahwa ia digelandang ke Pulau Palmora, yang lebih kecil dan terisolasi di sekitar Teluk Napoli, dekat Ponza, Italia.

Di sana, Paus Emeritus Silverius I di kurung secara tak manusiawi. Ia mengalami derita fisik dan psikis hingga wafat. Tak diketahui kapan persisnya ia wafat. Konon, ia wafat tak lama pasca pengasingan keduanya. Konon ia wafat karena kelaparan. Namun, ada juga kisah bahwa ia wafat karena dibunuh oleh Eugenia, pelayan Antonina.

Paus Emeritus Silverius I wafat pada 20 Juni 537. Namun, ada juga yang meyakini ia wafat pada 11 November 537. Jazadnya dimakamkan di sana dan tak pernah dipindahkan.

Sejak abad XI, dalam Gereja sudah ada tradisi menghormati Paus Emeritus Silverius I sebagai orang kudus. Pada abad XIV, ditemukan bahwa tiap 20 Juni, Gereja memperingati St Silverius I. Hingga kini, Gereja tetap menghormatinya sebagai Santo.

R.B.E. Agung Nugroho

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*