Artikel Terbaru

Panti Asuhan Rumah Yusup Baturaja: Menata Langkah Masa Depan

Panti Asuhan Rumah Yusup Baturaja: Menata Langkah Masa Depan
1 (20%) 1 vote

Menata Langkah
Pada 5 Juni 2016 yang lalu, PARY mengadakan perayaan syukur atas 60 tahun usia panti. Sekitar 60 alumninya hadir, ada yang dari Palembang, Jakarta, Bandung dan Malaysia. Mereka berbagi kisah momen indah hingga berbagai jenis kenakalan yang tak akan pernah terlupakan.

Edi Purwanto misalnya, ia bercerita selama di PARY, ia dan teman-temannya ditempa dengan teguran, amarah, dan hukuman dari para pembimbing. “Semua itu untuk mendidik dan membentuk kami supaya menjadi anak yang baik,” ujarnya.

Hal lain yang tidak terlupakan adalah soal berebut makanan. Kala makanan lezat disajikan, mereka akan melahap dengan cepat. Tetapi beda cerita saat sayur kembang pepaya menjadi menu. Karena rasanya pahit, Edi dan teman-temannya enggan menyantapnya. Namun romo pembimbing tak hilang akal. Biasanya ia akan mengatakan, sayur pepaya penting agar kutu busuk yang menggigit mereka mati. “Dulu kasur kami, banyak kutu busuknya,” kisah Edi. Tetapi tetap saja mereka enggan menyantap sayur pahit itu. Agar terhindar dari hukuman, kuah sayur dimasukkan ke wadah cucian tangan, sementara sayurnya dimasukkan ke saku baju.

Edi yang adalah lulusan Universitas Sriwijaya, Palembang ini, kini menikmati hasil didikan PARY. “Panti ini seperti lantai, yang harus saya lewati. Tanpa panti, saya tidak menjadi seperti ini, bisa juga saya tidak menjadi Katolik. Panti ini menjadi bagian hidup saya,” ujar pengusaha muda ini.

Hingga larut malam, para alumni PARY berbagi cerita. Tak jarang gelak tawa menggelegar kala ada kenangan lucu yang diceritakan. Mereka bergembira, mengenang kebersamaan yang pernah terajut di PARY. Selain ada yang sukses sebagai pengusaha, pegawai perusahaan atau pemerintahan, panti ini juga menelurkan satu imam diosesan Keuskupan Agung Palembang dan tiga orang frater.

Vikjen Keuskupan Agung Palembang Romo Felix Astono Atmaja SCJ, yang menjadi konselebran utama dalam Misa syukur 60 tahun PARY, meminta alumni dan donatur untuk terus mendukung PARY. “Kita boleh menoreh kisah kasih, tetapi kita juga harus menata langkah,” ujarnya.

Ia berharap, agar alumni menumbuhkan sikap belarasa dan belas kasih kepada anak-anak muda di PARY agar mereka dapat hidup aman dan nyaman. “Panti ini bukan seperti kos tetapi sebagai ruang dan wadah hidup beriman, berpengetahuan, dan sosial sehingga saat keluar dari panti, mereka dewasa dan siap menghadapi tantangan,” ujar Romo Astono.

Para alumni menyambut baik pesan Romo Astono ini. Mereka kemudian membentuk IKARY (Ikatan Keluarga Alumni Rumah Yusup). Ikatan ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi antar alumni guna membantu pengembangan PARY ke depan.

M. Fransiska FSGM

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*