Artikel Terbaru

Jalan Panjang Stasi St Polikarpus Grogol

Jalan Panjang Stasi St Polikarpus Grogol
5 (100%) 1 vote

Menurut Lenny, alasan umat memilih melangsungkan pernikahan di Gereja Stasi St Polikarpus bermacam-macam, salah satunya karena gereja ini tidak terlalu besar dan cukup untuk acara yang hanya melibatkan sedikit orang. Selain itu, alasan biaya. Stasi St Polikarpus tidak menetapkan tarif penggunakan gedung gereja.

Lenny menjelaskan, pihak paroki menetapkan biaya sekitar Rp 1.500.000 untuk satu kali penggunaan. Tetapi jika pasangan yang akan menikah tidak mampu, tinggal dibuatkan surat keringanan biaya, kemudian dikonsultasikan ke paroki. Sementara, kalau pada hari yang sama pasangan yang menikah lebih dari satu, maka biaya tersebut bisa dibagi di antara mereka. “Tergantung kesepakatan mereka, masing-masing mau memberi berapa. Intinya, gereja ini boleh dipakai, tinggal dikomunikasikan saja,” kata Lenny.

Selain penerimaan Sakramen Pernikahan, tiap akhir pekan juga ada banyak kegiatan yang berlangsung di stasi tersebut. Ada kegiatan Bina Iman Anak dan Putra-Putri Altar setiap Minggu. Ada juga kegiatan-kegiatan lain, baik yang dilakukan umat stasi maupun umat dari paroki atau komunitas lain yang meminjam gedung stasi untuk menggelar kegiatan.

Kolekte minggu
Setelah kurang lebih lima tahun mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Dewan Stasi, S. Hendra Gunawan menilai bahwa Stasi St Polikarpus bisa berdiri sendiri sebagai paroki. “Kalau saya secara pribadi sih berharap begitu. Saya kira beberapa umat lain juga berharap seperti saya,” ujar Hendra.

Hendra mengatakan, saat ini Stasi St Polikarpus sudah mandiri. Dari sisi finansial, stasi ini sudah bisa membiayai diri sendiri. “Ibarat Paroki Grogol adalah bapak, maka kami sebagai anak tidak pernah minta uang kepada bapak. Sebaliknya, kami yang sering memberi sumbangan,” ujar Hendra dengan nada gurau.

Ia bercerita, awal gereja ini berdiri sebagai stasi jumlah kolekte per minggu hanya sekitar satu juta rupiah. Saat gedung gereja sudah selesai dibangun banyak umat yang mulai datang mengikuti Misa di gereja ini. Jumlah kolekte pun beranjak naik, sekitar Rp 12 juta dalam satu bulan. Sekarang, jumlah ini meningkat drastis, sekitar Rp 100 juta per bulan.

Jumlah kolekte ini sudah cukup untuk membiayai perawatan gedung dan kegiatankegiatan umat di stasi ini. Sesekali stasi ini turut menyumbang ke Paroki Grogol jika dibutuhkan. Pengelolaan keuangan stasi ini dilaporkan secara berkala kepada paroki.

Dalam kesetiaan iman, umat Stasi Polikarpus telah membentuk persekutuan umat Allah. Persekutuan ini akan terus berjalan dan bergerak seturut teladan St Polikarpus yang juga telah setia mempertahankan iman akan Kristus meski didera beragam penderitaan.

Christophorus Marimin/Stefanus P. Elu

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*