Artikel Terbaru

Bruder Andre Love OSB: Tato Perjuangan dan Panggilan

Bruder Andre Love OSB: Tato Perjuangan dan Panggilan
1 (20%) 2 votes

Suara hati saya berkata, (perempuan–Red) itu adalah diri saya. Saya sadar, sedang memikul seluruh dosa. Saya butuh sakramen-sakramen. Di sinilah tak perlu lagi meributkan soal doktrin dan kembali ke ajaran yang dulu telah saya imani,” kata lelaki yang telah melanglangbuana ke sejumlah tempat untuk mengembangkan bisnis tato.

Pasca peristiwa itu, Bobby mendaftarkan diri sebagai calon katekumen dewasa di Paroki St Yosef Salem, Keuskupan Agung Portland in Oregon, Amerika Serikat. Setahun mengikuti pembinaan, ia akhirnya menerima Sakramen Tobat, Ekaristi, dan Krisma pada 2007. “Saya sungguh merasakan, Tuhan hadir da lam hidup saya,” ujarnya. Bobby juga berhenti merajah tubuhnya sejak saat itu. Namun, ia masih melayani klien yang butuh keahliannya.

Bobby mentato tubuhnya pertama kali saat berusia 17 tahun. Padahal waktu itu ia sedang menjalani wajib militer. Motivasinya merajah tubuh kala itu hanya karena suka melihat teman-temannya yang bertato. Hiasan tinta di tubuhnya kian bertambah sejak ia mulai bekerja.

Hanya sekitar lima tahun Bobby berkecimpung di dunia militer. Ia kemudian bekerja di Tower Records, New York sebagai Direktur Pameran Seni. Lalu, ia pindah ke Venus Modern Body Arts di Manhattan’s East Village. Lepas dari situ, ia mengembangkan bisnis seni tato secara mandiri. Soal profesinya itu, ayahnya amat menentang. Kata ayahnya, seni tak bisa dijadikan karier hidup untuk buah hatinya.

Bobby berontak, ia melawan pandangan sang ayah dengan merajah seluruh jari tangannya. Mereka yang melakukan tindakan seperti itu di sana disebut job stoppers. Artinya, setelah jari tangan ditato, Anda sulit diterima di perusahaan-perusahaan. Tindakan seperti ini hanya dilakukan oleh orang nekad. Sejak saat itu, Bobby menyambung hidup dari mentato.

Bagian Hidup
Setahun berkenalan dengan Ordo Benediktin, Bobby memutuskan untuk menjadi postulan tahun 2010. Rambutnya ia potong tipis. Tindikan dicuping ia lepas. Ia juga berniat membersihkan tato di tubuhnya. Namun, Direktur Panggilan Biara Mount Angel, Pastor Odo Recker OSB mencegah niat Bobby. “Itu semua bagian dari hidupmu,” ungkap Pastor Recker.

Pada September 2014, Bobby mengikrarkan kaul kekal. Pimpinan biara di tempat barunya mengganti nama Bobby menjadi Bruder Andre. Lelaki yang dulu menjadi seniman tato itu kini menjadi ikonografer–pelukis figur-figur suci–di Biara Mount Angel. Ia juga mengurus koleksi museum dan membunyikan lonceng biara. “Tugas utama saya adalah berdoa,” demikian Bruder Andre.

Yanuari Marwanto

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*