Artikel Terbaru

St Oliver Plunkett: Uskup Agung, Martir Irlandia

St Oliver Plunkett: Uskup Agung, Martir Irlandia
Mohon Beri Bintang

Memilih Martir
Nahas, Kolese Jesuit itu mengalami goncangan. Tahun 1673, ada pengujian UU penutupan institusi pendidikan Katolik. Siapapun yang menolak akan diasingkan. Inilah yang dikenal dengan sebutan “plot kepausan” oleh Titus Oates (1649-1705). Plot ini didianggap persengkokolan Paus melalui Gereja di Inggris untuk membunuh Charles II. Tujuannya, James yang bergelar Pangeran York, saudara Charles II naik takhta menggantikan saudaranya.

Oates dan para pengikutnya pun bersandiwara dengan melibatkan Serikat Jesus (SJ) untuk membunuh Charles II. Ia menyebar fitnah, para Jesuit dan Gereja Katolik ingin menghancurkan kekuasaan raja. Banyak uskup dan imam ditangkap, bahkan dibunuh. Situasi ini membuat Mgr Oliver mengasingkan diri.

Dalam pengasingan, Mgr Oliver hidup dalam kondisi serba kekurangan. Namun, hatinya tak tenang dan berniat kembali. Ia tak rela meninggalkan umatnya. Demi menghindari Oates, ia diam-diam melayani di gereja-gereja paroki di Clogherhead, wilayah Louth. Sayang, ke beradaannya terendus. Ia ditangkap dan dipenjara di Dublin pada 1697.

Mgr Oliver dituduh bersekongkol merongrong negara dan membunuh Charles II, serta menolak membayar pajak. Ia diseret ke pengadilan. Banyak saksi palsu diajukan untuk memberatkannya, meski sia-sia. Ia lalu dipindahkan ke Penjara Newgate dan dibawa ke pengadilan di Westminster agar bisa dikenakan hukuman mati karena telah menyebarkan ajaran Katolik. Lagi-lagi, banyak saksi palsu diajukan.

Akhirnya, Mgr Oliver dengan tegas mengamini bahwa ia menyebarkan kekatolikan. Ia dijatuhi hukuman mati. Tubuhnya digantung, leher dan kaki tangannya diikat lalu ditarik hingga bagian tubuhnya tercerai-berai. Lalu kepalanya dipenggal dan tubuhnya dipotong-potong, dimasukkan ke dalam dua kotak.

Jazadnya dimakamkan di Gereja Fields, Giles bersama para Jesuit. Pada 29 Juni 1921, jazadnya dipindahkan ke Biara Benediktin di Lamspringe, Hildesheim, Jerman. Kepalanya pernah dibawa ke Roma, lalu ke Armagh di Irlandia, dan sejak 29 Juni 1929 disemayamkan di Basilika St Petrus Vatikan. Pada Mei 1975, sebagian besar potongan tubuhnya dibawa ke Irlandia. Sementara relikui potongan tubuh lainnya tersebar di Inggris, Perancis, Jerman, Amerika, dan Australia.

Pada 23 Mei 1920, Mgr Oliver dinyatakan sebagai martir dan dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XV (1854-1922) di Roma. Ia dikanonisasi pada 12 Oktober 1975 oleh Paus Paulus VI (1897-1978). Gereja mengenangnya tiap 1 Juli.

Yusti H. Wuarmanuk

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*