Artikel Terbaru

AKBP Ronald Reflie Rumondor: Tugas Mulia Kapolres Wonogiri

AKBP Ronald Reflie Rumondor: Tugas Mulia Kapolres Wonogiri
Mohon Beri Bintang

Tugas mulia
Sebenarnya, Ronald tak memiliki cita-cita menjadi seorang Polisi. Tapi jalan itu baru terbuka ketika ia lulus sekolah menengah pertama. Ia mesti mencari sekolah yang memberikan beasiswa untuk meringankan beban ekonomi keluarga. Ia bagaikan orang yang selalu mengetuk pintu dan pintu pun dibukakan. Ronald mendapat beasiswa sekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah.

Situasi yang sama terjadi kala ia lulus dari SMA Taruna Nusantara. Ia mesti memilih sekolah yang memberikan beasiswa. Pilihan pertama masuk ke Akademi Angkatan Bersenjata RI. “Tapi itu tidak mungkin karena saat di SMA, saya masuk jurusan IPS. Saya tidak bisa masuk ke Akabri,” kisah Ronald.

Pilihan pun jatuh Akademi Kepolisian. Ronald kemudian mencari tahu tentang tugas Polisi. Ia tahu Polisi banyak terjun dalam pelayanan kepada masyarakat. Hal itulah yang membuat Ronald semakin kuat ingin menjadi Polisi.

Singkat cerita, ia lulus Akademi Polisi pada 1996. Ia menjalani karir dari bawah. Ia telah melakoni beragam tugas di berbagai daerah di Indonesia. “Pengalaman berbicara, setelah sekian tahun menjadi Polisi hal itu terbukti benar. Saya bisa lebih banyak melayani masyarakat dan justru di situlah saya memperoleh kebahagiaan,” tutur ayah dua anak ini.

Dalam menjalankan tugas, Ronald seringkali menghadapi tugas yang tidak mudah. Saat malam pertama ketika ia resmi bertugas sebagai Polisi terjadi pertikaian di Jepara, Jawa Tengah. Sebagai perwira muda, Ronald bingung harus berbuat apa. “Itu piket dan dinas malam pertama setelah lulus dari pendidikan, dan belum dilantik!” kenang Ronald sambil tertawa. Bersama lima anggotanya, ia berhasil menenangkan ratusan warga yang bertikai.

Demikian pula ketika ia bertugas di Brebes, Jawa Tengah. Ia kerap menghadapi ratusan warga yang berkonflik, sementara pasukan Polisi hanya hitungan jari. “Dari segi jumlah jelas tidak sebanding menyelesaikan konflik yang besar. Apalagi kalau masing-masing sudah membawa senjata tajam. Tapi sebagai komandan saya harus tenang, sebab anggota juga bertumpu kepada komandan. Saya percaya kalau tugas pelayanan ini dijalani dengan tulus, Tuhan pasti akan mendampingi,” ujar pria yang berasal dari Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Woloan, Sulawesi Utara ini.

Kini sebagai seorang Kapolres, saat menutup apel, Ronald selalu berpesan kepada anggotanya, “Selamat melaksanakan tugas mulia bagi masyarakat, dan tetap semangat!” Bagi dia, pelayanan kepada masyarakat adalah suatu tugas mulia.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*