Artikel Terbaru

Pesona Indonesia di Panggung WYD

Pesona Indonesia di Panggung WYD
1 (20%) 1 vote

Dalam festival of nation di Warsawa, Sabtu 23/4 pukul 21.00 waktu Polandia, Tita dan ketujuh temannya menarikan tarian Temuai Datai. Gerakan tarian yang diiringi irama musik tradisional Dayak sungguh-sungguh memukau penonton. Tak pelak, para penonton melakukan standing ovation dan bertepuk tangan memuji sebagian kecil dari kekayaan budaya Nusantara itu.

Tita tak menduga akan mendapatkan penghormatan seperti itu. Meski mengakui persiapan mereka kurang maksimal, tetapi mereka berhasil menari dengan baik. Ia bahkan bergetar karena rasa bangga yang membuncah dalam dirinya. “Memperkenalkan kekayaan Nusantara kepada teman-teman Katolik dari seluruh dunia, rasanya luar biasa,” ujarnya.

Hal senada juga diakui oleh Laurentius Verby. Pemuda yang akrab disapa Verby ini bercerita, delegasi Indonesia asal Jakarta juga menarikan tarian Papua Dance. Para penari mengenakan kostum ala Papua. Warna Papua semakin kentara, ketika lagu Nyamko Rambe Nyamko mengiringi gerak kaki, tangan dan tubuh para penari.

Papua Dance mengundang decak kagum penonton. Mereka terpesona dengan tarian, lagu dan kostum yang dikenakan. Beberapa penonton bahkan tampak menggeleng-gelengkan kepala. Mungkin karena tepuk tangan tak cukup untuk mengekspresikan kekaguman. “Sangat bangga, riuh tepuk tangan selalu terdengar mengiringi setiap penampilan kontingen Indonesia. Kami bangga menjadi Katolik Indonesia,” ujar Verby ketika dihubungi HIDUP pekan lalu.

Ziarah Kerahiman
Di Polandia, sebagian kontingen Indonesia tinggal di rumah-rumah umat di beberapa paroki. Sebagian lagi tinggal di Basilika Johanes Paulus II Wadowice. Peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang sudah ditetapkan panitia. Mulai dari pertemuan, sharing pengalaman, diskusi hingga renungan dan doa. “Di sana sudah ada jadwal yang akan diikuti oleh peserta,” ujar Romo Antonius Haryanto, Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan (Komkep) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Tak kurang dari dua ratus orang anak muda Katolik Indonesia hadir di Polandia. Mereka berasal dari berbagai komunitas. Misalnya dari John Paul II Youth Foundation, Magis, Putra Vincentius (Vitra), Duta Belas Kasih, New Heart Community dan You Cat Indonesia. Di Polandia mereka bergabung dengan ratusan ribu peserta lain dari seluruh pelosok bumi.

Ada juga yang datang atas nama pribadi tanpa embel-embel komunitas. Ada pula yang menjadi volunteer. Baik komunitas maupun pribadi, mengurus sendiri anggaran keberangkatan ke Polandia. “Sejak awal, kita sudah umumkan, KWI tidak memberikan biaya. Yang mau ikut silahkan,” ujar Romo Hary.

Lebih jauh, Romo Hary menambahkan, Komkep KWI hanya mempersiapkan kontingen secara spiritual. Sebelum berangkat ke Polandia, Romo Hary bersama tim Komkep KWI mengadakan retret bagi peserta WYD. Retret ini menjadi dasar spiritual kontingen Indonesia hingga mampu memaknai WYD dan menyerap nilai-nilai ziarah.

Tema retret berkisar pada Matius 5:7 “Berbahagialah orang yang murah hatinya karena mereka akan beroleh kemurahan.” Ini sesuai tema umum WYD soal belaskasih. Kata Romo Hary, tema ini menjadi dasar refleksi soal Kerahiman Ilahi. “Peziarahan ini membawa mereka semakin menyadari bahwa Allah itu berbelas kasih. Orang muda pun diajak mengambil bagian dalam ke-Ilahian dan mau berbelaskasih kepada orang lain.”

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*