Artikel Terbaru

Sampah, Tanggung Jawab Bersama

Sampah, Tanggung Jawab Bersama
2 (40%) 1 vote

Seandainya ITF dibangun tiga atau empat tahun lalu, sampah yang kita buang ke Bantargebang minimal 2.000 ton per hari. Sekarang sudah ke luar Peraturan Presiden (No 18 Ta hun 2016–Red) tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah.

Saya ingin dalam waktu dekat ini ada ground breaking ITF di Jakarta. Kita akan bangun empat ITF masing-masing berkapasitas 1.000 ton. Itu skala makro. Sedangkan skala mikro, Jakarta punya 2.700-an Rukun Warga (RW). Namun, baru 376 RW yang punya Bank Sampah. Itu pun kondisinya beragam; sangat bagus, sedang, tapi ada juga yang seperti “mati segan hidup pun tak mau”. Seandainya seluruh RW membuat Bank Sampah, jumlahnya sekitar 2.700. Kini sudah ada road sweaper dari pukul 24.00-06.00. Petugas kami membersihkan fly over, underpass, busway, dan jalan-jalan protokol. Lalu pukul 06.00 muncul Pasukan Orange. Mereka membersihkan jalan-jalan. Kami juga menerapkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) untuk pembuang sam pah sembarangan.

Apa pendapat Anda dengan kehadiran Bank Sampah di Gereja Rawamangun?

Sudah sangat baik, Gereja Rawamangun menjadi pionir. Gereja-gereja lain juga bisa melakukan hal serupa, membentuk kelompok lalu mengumpulkan, memilah, dan menimbang sampah di Bank Sampah. Selain ada nilai rupiah, paling utama juga mereduksi jumlah sampah.

Kita jangan terpaku hanya di lingkungan gereja. Jika ada umat yang memiliki kantor, kita pun bisa kerja sama dengan mereka. Kita bisa mengumpulkan sampah dari sana; umat juga senang karena ada yang membersihkan kantornya. Seandainya anak-anak melihat dan termotivasi, bisa juga menjadi sarana edukasi untuk mereka. Sampah yang telah dipilah dan dicacah nilainya makin tinggi. Ada perusahaan yang mau membeli sampah seperti itu.

Bagaimana cara menjalin kerja sama dengan Dinas Kebersihan?

Silakan menghubungi Suku Dinas atau Dinas Kebersihan. Kami akan memonitor. Yang paling utama, buat kelompok, lalu mulai mengumpulkan dan memilah sampah. Gereja dapat memberitahu umatnya kalau Bank Sampah akan datang ke gereja. Bagi kami saat ini, soal sampah tak bisa sekadar slogan atau kampanye lagi. Kami harus sering datang ke masyarakat.

Yanuari Marwanto

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*