Artikel Terbaru

Peduli Sampah, Cermin Iman

Peduli Sampah, Cermin Iman
1 (20%) 1 vote

Selain itu, jaringan para penggiat dan pemerhati lingkungan hidup–khususnya sampah–di antara umat Katolik dan di luar Gereja, makin bagus. Contohnya, waktu ada gerakan bersama mengkampanyekan Hari Peduli Sampah Nasional, 21 Februari 2016, ada 1.300 umat Katolik berpartisipasi. Padahal semula hanya ditargetkan 400 orang saja. Kisah bagus yang pantas diceritakan adalah proses pemilahan dan pengumpulan sampah lunch box dalam acara Puncak Syukur Ardas KAJ, 7 November 2015. Saat itu, dengan jumlah hadirin 10 ribuan, kita bisa memilah sampah dan mengumpulkannya hanya dalam waktu 14 menit. Sampah terpilah dalam tiga jenis (kotak kertas, plastik mika dan sisa makanan, sendok plastik) dan terkumpul di luar ruangan dalam waktu singkat berkat kerjasama dan partisipasi semua pihak. Kiranya jelas, jika kampanye selama 10 tahun tak didengar, hal ini tak mungkin terjadi. Puncaknya, kepedulian pada lingkungan hidup–fokus peduli sampah–secara eksplisit masuk dalam Ardas KAJ 2016-2020.

Apa justifikasi teologis ide ini?

Sebenarnya fokus perhatian pada peduli sampah adalah langkah awal peduli lingkungan hidup yang lebih luas. Karena itu, justifikasi teologisnya sederhana. Tuhan mengatakan, kita diminta mencintai Tuhan dengan mencintai sesama yang menderita (bdk Mat 25:40). Kita bisa mengembangkannya dengan mengatakan, kita pun bisa mencintai sesama yang menderita (baik manusia yang ada sekarang mau pun generasi mendatang) dengan memelihara alam. Bagaimana pun kita tahu, kelaparan terjadi karena panen gagal dan tanah tak subur lagi. Manusia kehausan karena air bersih langka, akibat sumber air yang makin berkurang dan air terpolusi. Manusia gampang sakit karena udara makin kotor. Di sini, sabda Yesus agar kita mewartakan Injil kepada segala makh luk (Mrk 16:15) menjadi relevan.

Apa harapan Romo Andang dan pesan untuk umat KAJ ?

Sederhana, jika dulu umat Katolik dikenal sebagai umat yang jujur dan disiplin, kini saya berharap ditambah satu lagi; umat Katolik peduli lingkungan hidup, khususnya sampah. Sebab peduli sampah adalah cermin iman kita.

Yusti H.Wuarmanuk

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*