Artikel Terbaru

Beato Giacomo Abbondo: Teladan Pastor Masa Kini

Beato Giacomo Abbondo: Teladan Pastor Masa Kini
Mohon Beri Bintang

Soal kesalehan hidup, pria kelahiran Salomino, Vercelli, 27 Agustus 1720 ini tak perlu diragukan. Semangat ini ia warisi dari sang ibu, Francesca Maria Naya. Pernikahan Maria dengan Charlo adalah pernikahan kedua setelah suami pertamanya, Giovanni Battista Massera meninggal dunia.

Anak kedua dari enam bersaudara ini menjadi kesayangan Charlo. Selain pintar, Gia como juga lihai mengambil hati. Ia cakap menawarkan hasil sawah sang ayah kepada para pembeli. Karena itu, kala sang ayah berbisnis, sesekali Giacomo diajak. Sang ayah bercita-cita, Giacomo kelak akan meneruskan usaha keluarga. Sayang, harapan sang ayah bertolak belakang dengan keinginan Giacomo.

Suatu hari, Giacomo bertemu Pastor Gio vanni Carlo Abbondo, pamannya. Ia tertarik dengan figur pamannya, terutama soal teladan hidup dalam mengha yati Ekaristi. Pertemuan ini awal panggilan hidupnya. Ia mulai aktif di Gereja, menjadi Mis dinar dan anggota paduan suara. Kebahagiaannya menjadi lengkap, kala ia menerima Komuni Pertama dari Uskup Vercelli, Kardinal Carlo Vincenzo Maria Ferreri OP (1682-1742), pada 15 Desember 1740. Ia melukiskan ke gembiraan dengan berjanji kepada pamannya, kelak ia akan menjadi imam. Sang paman menyambut antu sias keinginan itu.

Janji itu dipenuhi setelah ia lulus Sekolah Toranzano. Giacomo memutuskan masuk Seminari milik Keuskupan Vercelli. Di seminari, ia menjadi pribadi disiplin dalam hidup religius. Semangat panggilannya menjadi inspirasi bagi kolega. Ia gemar membantu teman yang kesulitan, terutama soal motivasi panggilan.

Liturgi Hidup
Ketulusan dan kepiawaiann Giacomo membantu banyak orang membuat Agostino Benediktus Cusani, Walikota Vercelli meminta ia menjadi guru privat bagi tujuh anaknya. Menjadi guru bagi anak-anak Walikota tak membuat ia lupa akan panggilan. Giacomo selalu menolak tawaran Cusani yang menggiurkan soal materi. Ia lebih memilih hidup dalam kesederhanaan.

Giacomo menerima tahbisan akolit pada 27 Mei 1741. Uskup Vercelli, Mgr Gian Pietro Solaro (1696-1768) menahbiskan dia menjadi Subdiakon pada 21 Desember 1743; dan Diakon pada 29 Februari 1744; serta Imamat pada 21 Maret 1744. Kedewasaan iman dan semangat hidup membuat ia ditahbiskan pada usia 24 ta hun. Meski belum cukup umur, ia bisa ditahbiskan karena mendapat dispensasi dari Sri Paus.

Usai ditahbiskan, Pastor Giacomo di tugaskan di Paroki St Michael Vercelli. Kehadirannya sempat ditolak karena imam sebelumnya dikenal mendukung aliran Jansenisme yang dipopulerkan Uskup Ypres, Perancis, Cornelius Jansen (1510-1576). Melihat situasi ini, Pastor Gia como mulai menawarkan dialog damai dengan umat. Reksa penggembalaannya mulai berfokus kepada pastoral kehadiran.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*