Artikel Terbaru

Beato Giacomo Abbondo: Teladan Pastor Masa Kini

Beato Giacomo Abbondo: Teladan Pastor Masa Kini
Mohon Beri Bintang

Lambat laun, Pastor Giacomo bisa menaklukkan hati umat. Ia mulai berkhotbah dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Ia mengunjungi dan merawat orang sakit, menawarkan doa, serta menghibur yang kesepian. Ia tak hanya berdiam di pastoran, tapi mencari kayu bakar dan menyediakan makan bagi kaum lansia. Ia juga memberi wajah baru liturgi menjadi perayaan yang hidup. Pengakuan dosa terus digerakkan sebelum Misa. Homili dan pengajarannya menyentuh hati banyak umat. Ia menjadi imam yang merakyat dan dicintai umat.

Ignatian
Sayang, usai empat tahun berpastoral, Pastor Giacomo diutus belajar sastra di Turin. Ia menamatkan kuliah dengan cepat dan menjadi pendidik di Universitas Vercelli pada 1758. Sebagai pendidik, ia tetap bersikap rendah hati dalam mendampingi para mahasiswa. Kerendahan hati dan kesalehannya tercium oleh Paus Klemens XIII (1693-1769). Paus lalu menganugerahkan hak istimewa kepada dia untuk memberikan indulgensi di Tronzano, 3 April 1759 bagi kelompok-kelompok yang ia dampingi. Pastor Giacomo memakai Latihan Rohani warisan St Ignatius Loyola sebagai model dan patron untuk mendampingi kerohanian umat. Ia merancang tempat-tempat retret dan mem praktikkan Latihan Rohani Ignatian. Examen contiaentiae (pemeriksaan batin) menjadi ritme hidupnya.

Hak istimewa itu tak membuat Pastor Giacomo lupa kepada kekuatan hidupnya. Pastor Giacomo merefleksikan, Ekaristi menjadikan manusia baru. Hanya orang yang mau bersatu dalam Ekaristi tak akan susah. Ia menjadi Rasul Ekaristi dan diundang berkhotbah di banyak tempat. Ia pernah diundang berkhotbah bagi para suster St Agatha (1775) dan para Suster Roh Kudus (1782).

Sayang, dalam pelayanan di tengah umat, Pastor Giacomo wafat di Tronzano, 9 Februari 1788. Setelah ia wafat, banyak orang berziarah ke makamnya dengan aneka intensi. Pada 1907, Giovanni Domenico Viola, remaja 15 tahun asal Vercelli bersama orang tuanya berziarah ke pusara Pastor Giacomo. Giovanni menderita sakit keras selama bertahun-tahun. Ia tiba-tiba sembuh kala berziarah dan berdoa melalui perantaraan doa Pastor Giacomo. Ke sembuhan ini membuka proses beatifikasi.

Pada 25 Januari 2003, Pastor Giacomo sudah disebut sebagai Hamba Allah. Paus Fransiskus mengesahkan Dekrit Keutamaan Hidup Pastor Giacomo dan menggelari Venerabilis pada 9 Mei 2014; dan menjadikan Beato pada 11 Juni 2016. Misa Beatifikasi dipimpin Kardinal Angelo Amato SDB, Prefek Penggelaran Kudus di Katedral Sant’Eusebio, Vercelli. Dalam khotbah, Kardinal Angelo Amato membacakan pesan Paus Fransiskus. Beato Giacomo telah mempraktikkan seruan Yesus untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Ia menjadi teladan bagi imam-imam zaman ini ketika kehidupan religius memudar. Ia terlihat miskin di mata sesama, tapi kaya di hadapan Tuhan. Ia dikenang setiap 9 September.

Yusti H. Wuarmanuk

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*