Artikel Terbaru

St Kuriakose Elias Chavara (1805-1871): Pendiri Kongregasi Pribumi Pertama India

St Kuriakose Elias Chavara (1805-1871): Pendiri Kongregasi Pribumi Pertama India
1 (20%) 1 vote

Selama studi, Chavara mahir dalam bidang linguistik. Dengan cepat ia menguasai beberapa bahasa, seperti Askara, Siria, dan Sansekerta. Kemampuan ini membuat dia mudah bergaul dengan siapapun, termasuk Pater Thomas Palackal, Rektor Seminari. Meski demi kian, ia tetap dikenal sebagai pribadi rendah hati dan suka menolong. Berkat Pater Palackal, ia memutuskan menjadi imam Karmelit Visioner. Tahun 1827, ia menerima tahbisan Subdiakon dan ditahbiskan Diakon pada 1828. Selang setahun, 29 November 1829, ia ditahbiskan imam oleh Mgr Maurelius Stabilini di Arthunkal.

Kaum Muda
Sebagai imam muda, Pater Chavara mampu memahami kebutuhan kaum muda di ladang karyanya. Salah satu muncul kerinduan kaum muda agar menjadi pelayan pastoral, tapi tak ada fasilitas yang memadai. Keresahan ini membuat dia bercita-cita bisa mendirikan biara bagi kaum muda India.

Sayang, cita-cita itu tak berjalan mulus. Ragam tantangan ia hadapi dalam perjuangan panggilan. Tantangan terbesar datang dari dirinya. Sampai satu titik, Pater Chavara merasa bosan dan tak bersemangat menjalani imamat. Hampir saja ia memutuskan “copot jubah” karena mengalami desolasi berkepanjangan.

Di tengah masa krisis itu, Tuhan mengutus Pater Thomas Porukara. Lewat bimbingan dan nasihat rohaninya, Pater Chavara mampu bangkit dan memeluk kembali panggilan. Satu pesan yang mengubah hidupnya, “Jika hidup kita sulit menyelamatkan jiwa-jiwa di dunia, marilah kita ke hutan untuk hidup sebagai eremit.”

Pesan ini mengantar Pater Chavara ke Mannanam, mencari tanah untuk pembangunan biara baru. Pada 11 Mei 1831, sebuah tarekat baru berdiri dengan nama Kongregasi Karmelit Maria Imakulata. Inilah kongregasi religius pertama bagi pemuda pribumi India.

Lawan Bidaah
Kehadiran CMI membuat Gereja Katolik Siro-Malabar mengalami perkembangan pesat. Berbagai karya muncul dari CMI, mulai pendirian seminari pertama di Mannanam pada 1833. Percetakan Deepika yang adalah Majalah Katolik pertama Siro-Malabar muncul pada 1844. Tak berapa lama, berdiri Sekolah Katolik pertama berbahasa Sansekerta di Kerala tahun 1846, dan percetakan Katolik pertama di Kerala pada 1846.

Pada 8 Desember 1855, Pater Chavara mengikrarkan kaul sebagai anggota CMI bersama 10 koleganya dan mengambil nama Kuriakose Elias dari Keluarga Kudus. Nama ini ia dedikasikan kepada Nabi Elia dan juga ingin mewarisi semangat Keluarga Kudus. Ia menjadi Superior Jendral CMI pada 1856.

Perannya tak cukup sampai di situ. Pater Chavara juga merestorasi liturgi Gereja Siro-Malabar, khususnya penggunaan bahasa Malalayam dalam liturgi. Melihat sepak terjangnya yang gemilang, Uskup Agung Pater Verapolly, Mgr Bernardo (Giu seppe) Baccinelli OCD (1807-1868) mengangkat Pater Chavara sebagai Vikaris Jendral (Vikjen) Gereja Katolik Siro-Malabar pada 1861.

Kala menjabat sebagai Vikjen, Pater Chavara membina diri dalam berbagai praktik keutamaan, terutama kesederhanaan dan kerendahan hati dengan berpatron kepada St Perawan Maria Tak Bernoda. Ia berjuang mempertahankan Gereja Katolik Siro-Malabar dari serangan bidaah Thomas Rochos dari Mosul, Irak.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*