Artikel Terbaru

St Kuriakose Elias Chavara (1805-1871): Pendiri Kongregasi Pribumi Pertama India

St Kuriakose Elias Chavara (1805-1871): Pendiri Kongregasi Pribumi Pertama India
1 (20%) 1 vote

Rochos dikirim Patriark Mar Joseph Oudo, bidaah asal Mesopotamia yang secara tidak sah mentahbiskan uskup-uskup Nes torian. Saban hari ia melakukan apologia dengan gigih. Ia menunjukkan ketaatan sempurna kepada Tahkta St Petrus.

Buah Kesucian
Seiring waktu, CMI terus melebarkan sayap ke seantero India. Pater Chavara merasa perlu melengkapi CMI dengan pelayanan bagi kaum hawa India. Karena itu, ia mendirikan Kongregasi Bunda Karmel (CMC) pada 13 Februari 1866, kongregasi bagi pribumi perempuan pertama India.

Pada akhir hidupnya, Pater Chavara banyak menyumbangkan ide lewat tulisan. Satu tulisan yang terkenal hingga kini adalah Testament of a Loving Father. Selain itu, ada beberapa tulisan hasil meditasinya, seperti Atmanutapam (Penyesalan Jiwa), Parvam (Nyanyian Jiwa). Dalam bidang sastra, ia menghasilkan karya yang secara publik diakui kualitasnya, seperti Dhyanasallapangal (Meditasi Bersama), Dhyanakuripukal (Tempat Meditasi/Retret).

Pelayanannya terpaksa terhenti karena penyakit terus mendera. Pada 1871, Pater Chavara wafat di Biara Koonammavu, Kochi, India. Jazadnya disemayamkan di Gereja St Philominas Koonammavu, dan baru dipindahkan ke Gereja St Joseph Mannanam pada 1889.

Tahun 1953, proses penggelaran kudus Pater Chavara diusulkan atas desakan Kardinal Eugène-Gabriel-Gervais-Laurent Tessarant (1884-1972), Sekretaris Kongregasi untuk Gereja Katolik Timur kepada Pater Maurus Valiaparampil, Superior Jendral CMI. Lalu pada 1955, Uskup Agung Changanacherry, Mgr Mathew Kavukattu mulai melakukan persiapan dan membentuk komisi-komisi terkait proses penggelaran kudus ini di tingkat keuskupan. Proses ini berlangsung hingga 1980.

Bapa Suci Yohanes Paulus II menggelarinya venerabilis pada 7 April 1984. Ketika Bapa Suci melawat India, digelar Misa Beatifikasi Pater Chavara di Kottayam, Kerala, 8 Februari 1986. Inilah peristiwa iman bagi Gereja Katolik Siro-Malabar. Beatifikasi ini mulus berkat mukjizat kesembuhan Joseph Mathew Pennaparambil, anak usia enam tahun yang lahir dengan kelainan kaki pada April 1960. Berkat doa melalui perantaraan Pater Chavara, kaki si bocah menjadi normal.

Paus Fransiskus menggelari dia Santo dan merayakan Misa Kanonisasi di Lapangan St Petrus Vatikan, 21 November 2014. Kanonisasi ini terjadi berkat mukjizat kesembuhan Maria Rose Kottarathil yang menderita mata juling.

Yusti H. Wuarmanuk

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*