Artikel Terbaru

Kombespol Martinus Sitompul: Menyajikan Etalase Wajah Polri

Kombespol Martinus Sitompul dalam Misa HUT RI ke-71 di Katedral Jakarta.
[HIDUP/Edward Wirawan]
Kombespol Martinus Sitompul: Menyajikan Etalase Wajah Polri
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com“Kamu dipanggil melayani negara. Menjadi polisi tidak mudah, belajar rendah hati dan setia seperti Ayub,” pesan sang ayah. Kini Martinus menjadi juru bicara Polri.

Pada pengujung Mei, ada pergantian posisi di tubuh Divisi Humas Mabes Polri. Rotasi jabatan di Korps Bhayangkara menjadi hal yang biasa. Namun tidak bagi Komisaris Besar (Kombes) Polisi Martinus Sitompul. Dalam rotasi kali ini, ia ditunjuk menjadi Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri. Penunjukan itu, bagi perwira menengah yang akrab disapa Martin ini, merupakan kenaikan pangkat ke jenjang jabatan lebih tinggi.

Ditemui di ruang kerjanya di lantai dua Divisi Humas Mabes Polri Jakarta Selatan, Martin bercerita tentang tugas barunya. Divisi Humas, kata Martin, sejatinya ada di luar lima fungsi Polri, yakni Intelijen, Reserse, Lalu lintas, Sabhara, dan Bimas. Tetapi Humas memiliki fungsi dan peran yang strategis dan krusial. “Dikatakan krusial karena inilah jembatan antara tugas pokok, kinerja lima fungsi ini dengan kebutuhan informasi bagi masyarakat,” kata Martin menjelaskan. Sebagai Kabag Penum, Martin berperan sebagai juru bicara Polri. Tetapi ia tidak bekerja sendiri, di atasnya ada Kepala Biro Penum dan Kepala Divisi (Kadiv) Humas.

Sepanjang kariernya, Martin memiliki rekam jejak panjang di bagian kehumasan. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Wakabag Penum hingga Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya dan Jawa Barat.

Wajah Polri
Sebagai juru bicara, Martin harus tanggap terhadap setiap informasi yang masuk. Ia harus mendapatkan informasi dari sumber terpercaya dan menyaring informasi sebelum dibagikan ke publik. “Publik harus mendapatkan informasi yang akurat dan sahih,” ujarnya.

Martin menekankan, tujuan utama informasi adalah memberikan kesadaran bagi masyarakat agar tanggap terhadap situasi, termasuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. “Masyarakat harus mendapatkan pembelajaran dari informasi yang kami sampaikan,” ujarnya.

Pada era informasi tanpa batas ini, kata Martin, setiap orang bisa mengakses informasi dari mana saja. Maka, Martin dan jajaran Humas Polri selalu menjalin komunikasi yang erat dengan stakeholder. Untuk isu-isu strategis dan berskala nasional, Martin bersama Kepala Biro Penum dan Kadiv Humas akan mengadakan rapat sebelum menyampaikan ke masyarakat, misal isu teroris atau kejahatan berskala besar. Isu-isu itu, kata Martin, tentu akan menimbulkan kegaduhan di sana-sini. “Dari rapat, kami memutuskan hal-hal apa saja yang urgen untuk disampaikan kepada masyarakat.”

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*