Artikel Terbaru

Reynold Vincent: Tuhan Selalu Punya Rencana

Reynold Vincent: Tuhan Selalu Punya Rencana
2.6 (52%) 5 votes

Lepas dari pekerjaan terakhir, saat ia terbaring di rumah sakit, Reynold merasa Tuhan mempunyai maksud lain dalam ziarah hidupnya di dunia. Sontak di dalam benak Reynold terlintas untuk menjadi pewarta. Impian itu sempat menjadi bahan lelucon bagi sejumlah  koleganya. Mereka juga sempat mengira Reynold gila. Bagaimana mungkin pada zaman se karang, di mana segala sesuatu diukur dengan uang, ia justru mau menjadi pewarta.

Bukan Kebetulan
Teman-teman Reynold juga menganggap keinginannya menjadi pewarta tak beda dengan aksi bunuh diri. Jika ia tak bekerja dan hanya mengandalkan belas kasih orang, dari mana bisa hidup? Namun Reynold merasa, Tuhan memanggil dan memilih jalan hidupnya bukan sebagai manager perusahaan. Tuhan memanggil dia sebagai manager jiwa dari setiap orang yang hidupnya jauh dari kehendak Tuhan.

Meski begitu, Reynold sempat di hinggapi rasa tak percaya diri dan cemas. Ia merasa fisiknya tak normal karena stroke. Ia pun takut tak bisa makan dan minum karena tak bekerja. Lantas bagaimana ia bisa terus bertahan hidup? Sementara untuk makan dan minum selama ini ia masih mengandalkan tabungan dari hasil kerja sebelumnya. “Tabungan hanya cukup selama beberapa bulan saja,” kenang nya.

Umat Paroki St Paulus Depok, Keuskupan Bogor ini bersyukur. Sehari setelah pamit dari tempat kerja, dua rekan menawarinya menjadi trainer di sejumlah kampus. Ia menyanggupi tawaran itu. Beruntung, kerja sampingan itu tak mengusik pelayanan rohani yang mulai ia lakoni. Ia mengakui, pendapatan yang ia terima sebagai trainer bak langit dan bumi dengan gaji dari pekerjaan yang pernah ia geluti.

Kala itu, paling kecil ia bisa mengantongi Rp 13 juta. Sementara pendapatannya sekarang hanya cukup untuk makan minum atau bertahan sehari. “Tidak penting pendapatan saat ini. Bagi saya, ketika Tuhan memanggil, tak mungkin Dia membiarkan saya sendirian,” katanya.

Reynold percaya, bukan suatu kebetulan Tuhan memanggilnya. Dia berbicara kepadanya lewat setiap pengalaman hidup. Bahkan, imbuh Reynold, Tuhan memanggilnya sejak kecil. Hanya, ia tak mendengar atau menutup telinga ter hadap panggilan Tuhan. Saat ini, ia mempersiapkan diri untuk rencana Tuhan yang lebih besar nanti.

Panggilan Tuhan membuat Reynold tak bisa berpaling kepada yang lain. Semakin ia ingin keluar dari dekapan Tuhan, semakin ia merasa mengalami jalan buntu. Lagipula ia juga sudah merasa lelah “dikejar” Tuhan. Tak ada pilihan lain baginya saat ini. Ia menyerahkan diri seutuhnya dalam kepak perlindungan Tuhan.

Disediakan Tuhan
Reynold mencurahkan diri dan perhatiannya untuk aneka kegiatan rohani. Ia menjadi pengisi renungan harian audio Katolik Daily Fresh Juice, anggota seksi katekese, dan pengajar katekumen di Paroki St Paulus Depok. Ia juga pembawa firman di Persekutuan Doa Pembaruan Karismatik Katolik (PDPKK), seperti di kawasan Kota Wisata Cibubur dan Paroki Keluarga Kudus Cibinong.

Ia juga kerap diundang di berbagai kesempatan ibadat, persekutuan doa, dan seminar. Reynold yakin, segala yang ia butuhkan bakal disediakan Tuhan suatu hari nanti. Sebab, kata Reynold, ada tertulis, “Carilah dahulu Kerajaan Surga dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu (Mat 6:33).”

Yusti H.Wuarmanuk

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*