Artikel Terbaru

Bripda Robertus Bima Adhi Nugraha: Menolak Damai Berbuah Penghargaan

Bripda Robertus Bima Adhi Nugraha
[HIDUP/Simon Sudarman]
Bripda Robertus Bima Adhi Nugraha: Menolak Damai Berbuah Penghargaan
1 (20%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.comIa menolak tawaran “damai” dari pelaku penusukan. Ketegasan sikapnya berbuah penghargaan dari Kapolri. Teladan Yesus amat menginspirasi hidup dan panggilannya.

Bripda Robertus Bima Adhi Nugraha nyaris mendapat durian runtuh. Asalkan ia menerima tawaran damai dari dua pelaku penusukan. Obet, demikian sapaannya, mengabaikan kesempatan itu. Iman, hati nurani, serta kode etik profesi yang membuat ia tak silau dengan sogokan.

Alkisah, beberapa bulan lalu, Obet hendak berangkat dinas. Dari rumah di Trihanggo, Sleman, DI Yogyakarta, ia mengendarai motor ke Polres Sleman. Baru sampai pertengahan jalan, laju motor terhambat kerumunan orang. Rupanya baru terjadi penusukan di tempat itu. Korban tergeletak di tanah. Sementara pelaku melarikan diri. Beruntung, ada saksi mata tak jauh dari tempat kejadian.

Obet langsung tancap gas, usai mendengar keterangan warga. Laki-laki yang hobi balap dan masuk klub motor ini berhasil membuntuti pelaku yang berjumlah dua orang. Nyali Obet ciut begitu salah satu dari pelaku menunjukkan pedang ke arahnya. Apalagi ia tak membawa pistol. “Jika saya urung, sebetulnya tak masalah,” ujar Obet.

Mengubur Takut
Rasa takut ia kubur dalam-dalam. Motornya melesak kencang, memburu para pelaku. Pada satu titik, Obet berhasil mendekatkan kendaraan dengan motor pelaku. Tanpa babibu, ia menendang body motor sang pelaku. Sontak motor itu oleng dan jatuh. Pelaku meringis kesakitan. Ketika Obet ingin menangkap, salah satu pelaku menawarkan “damai” kepadanya. Ia menolak. Dua pelaku penusukan justru digelandang Obet ke Polres.

Bagi pria yang bercita-cita menjadi pengayom masyarakat sejak di bangku sekolah dasar ini, sikap dan tindakannya hanya untuk menerapkan keadilan bagi masyarakat. “Jika salah, katakan salah. Jika benar, katakan benar. Seperti yang Yesus lakukan,” kata umat Paroki St Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran, Keuskupan Agung Semarang ini.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*