Artikel Terbaru

Beato Tommaso Acerbis (1563-1631): Rasul Kapusin Tanpa Stola

Beato Tommaso Acerbis (1563-1631): Rasul Kapusin Tanpa Stola
1 (20%) 1 vote

Kerja, kerja, dan kerja! Itulah kegiatan harian Tommaso. Kendati begitu, kelahiran tahun 1563 ini tak pernah mengeluh. Semua pekerjaan ia jalankan dengan sabar dan tekun. Sifat ini membuatnya dijuluki ragazzo d’oro atau ‘anak emas’.

Kehidupan rohani si anak emas tak jauh beda dengan anak seusianya. Ia aktif dalam aneka kegiatan Gereja. Ia amat terpikat mendengarkan kisah-kisah orang kudus, terutama St Bartolomeus yang menjadi pelindung gerejanya. Tak dinyana, kisah heroik “para pejuang Kristus” itu
membuatnya bercita-cita menjadi pewarta Injil.

Demi menggapai mimpi, Tommaso memutuskan keluar dari Olera. Ia pergi ke biara Ordo Fratrum Minorum Capuccinorum (OFMCap) di Verona pada 1580. Bermodal nekad, ia mengetuk pintu biara dan minta izin bergabung menjadi biarawan. Awalnya, ia ditolak karena tak pernah merasakan bangku sekolah. Tommaso tak putus asa. Ia tetap berdiri di depan pintu biara. Keteguhan dan kerendahan hatinya
meluluhkan hati pimpinan biara. Ia pun diperbolehkan bergabung. Saat itu usianya 17 tahun, tapi ia belum bisa membaca dan menulis, apalagi mengerti bahasa Latin. Ia lalu melewatkan masa novisiatnya dengan mengikuti pendidikan dasar selama tiga tahun, sembari mendalami spiritualitas Fransiskan.

Mula-mula, Tommaso diperkenalkan dengan buku katekismus dan dasar-dasar bahasa Latin. Penghayatan spiritualitas St Fransiskus Assisi berhasil ia dagingkan dalam dirinya. Kesederhanaan dan kecintaan pada semesta mengasah jiwa Tommaso. Di mata kolega, Tommaso dikenal rendah hati dan berhati mulia. Ia selalu menunjukkan semangat hidup rohani yang luar biasa. Lambat laun, ia bisa membaca dan menulis. Bahkan ia bisa berbicara dengan bahasa reflektif yang mengena di hati banyak orang.

Sekalipun umurnya jauh lebih tua dari para kolega, Tommaso tak pernah menolak tugas-tugas yang diberikan. Ia biasa mencuci piring, memasak, merawat taman, dan mengemis. Galdino dari Manzoni, rekan seperjalanan saat mengemis berkisah, “Saat mengemis, ia selalu mendapat hasil lebih banyak dari saudara lainnya.”

Pembela Ortodoksi
Kerja keras Tommaso mulai berbuah. Ia menerima tugas perdana di Verona (1583-1605). Lalu ia diutus merasul di daerah Venesia, seperti Vicenza, Padova, dan Rovereto sampai 1619. Di tempat tugas, ia selalu menjadi teladan dan inspirasi bagi umat. Ia tak canggung hidup bersama kaum miskin dan orang sakit. Ia dijuluki “Rasul Tanpa Stola”, seorang Bruder Kapusin yang melayani kaum papa.

Prosesi memperingati Beato Tommaso Acerbis di Olera, Bergamo, Italia. [ecodibergamo.com]
Prosesi memperingati Beato Tommaso Acerbis di Olera, Bergamo, Italia.

[ecodibergamo.com]

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*