Artikel Terbaru

Kol Inf Ant Kartika Adi Putranta: Dilahirkan Menjadi Perwira

Kol Inf Ant Kartika Adi Putranta: Dilahirkan Menjadi Perwira
1 (20%) 1 vote

Perwira pelayan
Saat pertama masuk ke ruang kerjanya di Batujajar, Kartika tertegun. Sebuah tulisan terpampang “Pemimpin itu Melayani”. Ia tidak asing dengan ungkapan itu. Ungkapan itu sudah mendarah daging dalam hidupnya. Sebagai komandan, ia sadar bahwa tentara harus keras, tetapi bukan melakukan tindak kekerasan. Bagi dia, keras berarti disiplin dan taat terhadap aturan-aturan yang diberlakukan.

Ia berharap, para prajurit ketika keluar dari Batujajar harus keras, tetapi tetap bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan saat berada di tengah masyarakat. “Jangan bicara keras dengan masyarakat!” ia mengingatkan.

Ia juga menerapkan budaya asah, asih dan asuh. Ini bertujuan supaya semua orang mendapatkan perlakuan yang sama. “Ini penting, karena setiap prajurit berlatar belakang berbeda. Semua harus disamakan, supaya tidak merasa dibedakan,” kata penggemar olahraga sepeda ini.

Dalam pendidikan dan latihan, Kartika menekankan sisi humanis, karena setiap prajurit pada dasarnya berhak mendapatkan kesempatan, pengetahuan, dan keterampilan yang sama. Pelatih membimbing prajurit agar mampu mengeluarkan potensi terbaiknya. Ia mencontohkan, dulu jika prajurit tidak bisa menembak, maka saat pulang ia pasti direndam di kolam. “Sekarang, kalau tidak bisa menembak, diberi kelas khusus sampai ia bisa menembak. Ini kan lebih humanis.”

Sisi humanis Kartika ini diakui Kapten Infanteri Damianus Yosefus Jolong. Kata Yosefus, meski sangat tegas terhadap prajurit, Kartika juga sosok yang murah senyum. “Setelah latihan yang serius, saat Komandan datang, maka suasana menjadi ceria,” ujarnya.

Tak hanya itu, setiap Minggu sore, prajurit yang beragama Katolik dan Kristen Protestan diberi kesempatan beribadah di gereja. Sebelum ini, hanya hari Jumat saja para prajurit beribadah, karena di Pusdiklatpassus, Sabtu dan Minggu bukanlah hari libur. Yosefus mengaku, nasihat Kartika sangat bijak. “Kata-kata dan wejangannya seperti bersumber dari Alkitab,” katanya.

Pastor Bantuan Militer (Pasbanmil) Keuskupan TNI/POLRI Romo Rofinus Neto Wuli juga mengakui, sosok Kartika sebagai perwira TNI yang patut menjadi teladan. “Sebagai umat Katolik, ia panutan bagi para prajurit Katolik. Sosok Antonius Kartika adalah sosok yang konsisten dalam penghayatan iman Katolik,” ujar Romo Rofinus.

Kini, doa sang ayah sungguh-sungguh terkabul. Kartika telah menjadi seorang perwira TNI yang bersinar. Sekarang, saatnya ia melahirkan para prajurit negeri ini menjadi pasukan perkasa tanpa tanding.

Edward Wirawan

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 23 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 5 Juni 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*