Artikel Terbaru

St Adeodatus I: Paus Pertama Pemakai Bulla

Paus Adeodatus I
[www. araldicavaticana]
St Adeodatus I: Paus Pertama Pemakai Bulla
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comPaus penyembuh yang bersama rakyat Roma menghadapi gempa bumi dan wabah penyakit. Tiga tahun bertakhta, ia mewarisi tradisi penggunaan bulla di kepausan.

Gempa bumi hebat menghancurkan Roma dalam sekejab. Muncul berbagai wabah penyakit, seperti kusta atau lepra dan pes. Musibah ini membuat penderitaan yang bertubi-tubi pada rakyat Roma.

Patriark Roma tampil sebagai sosok pemimpin yang peduli terhadap penderitaan umatnya. Ia blusukan, mengunjungi, menghibur, dan menolong umatnya yang sedang dirundung duka.

Konon, Paus ini dikaruniai kemampuan menyembuhkan berbagai macam penyakit. Paus menyembuhkan penyakit hanya dengan menempelkan bibirnya di atas luka-luka kusta atau mengecup kening orang-orang yang terkena wabah pes. Selama berabad-abad, ia dikenang sebagai Paus Penyembuh aneka macam penyakit. Dialah Paus Adeodatus I.

Imam Senior
Ia memiliki beberapa sebutan yang sebenarnya merujuk pada pribadi yang sama, yaitu Deusdedit I, Adeodatus I, atau Deodatus I. Selain terjun sendiri untuk meringankan beban umatnya, ia mendorong seluruh klerus untuk ikut terlibat membebaskan rakyat dari kesengsaraan akibat gempa bumi dan wabah penyakit.

Sangat sedikit informasi mengenai Paus Adeodatus I. Kapan ia lahir tidak diketahui secara pasti. Namun, ada yang memperkirakan bahwa ia lahir sekitar tahun 550 di Roma, Italia. Tidak ada keterangan sama sekali mengenai masa mudanya hingga ia terpilih menjadi Penerus Takhta St Petrus, kecuali disebutkan bahwa ia merupakan putra Stephanus, seorang Subdiakon Roma yang saleh. Ia terpilih menjadi Paus pada 19 Oktober 615.

Ketika terpilih sebagai Paus, Adeodatus I merupakan klerus yang sudah menjadi imam selama 40 tahun. Ada dua keunikan yang ia miliki ketika terpilih menjadi Paus. Pertama, pada saat itu, ia menjadi imam pertama yang terpilih menjadi Paus sejak Paus Yohanes II (533-535). Selama rentang waktu 80 tahun, sebelas Paus yang terpilih bukanlah imam. Kebanyakan Paus terpilih masih berstatus diakon. Kedua, Paus Adeodatus I juga bukan imam yang berlatar belakang monastik atau pertapa, melainkan imam diosesan. Ia merupakan imam biasa yang tidak berafiliasi dengan ordo atau komunitas biara manapun. Ia naik takhta menggantikan Paus Bonifasius IV (550-615).

Langkah pertama yang ia ambil sebagai Paus adalah mengubah kebijakan pendahulunya, Paus Bonifasius IV. Paus Bonifasius IV menekankan pada pembenahan administrasi kepausan dengan melibatkan banyak rahib–yang belum imam–untuk posisi-posisi penting dalam lembaga. Mereka mengurusi administrasi kepausan. Kebijakan ini menguat sejak zaman Paus Gregorius I (540-604), yang mengutamakan para anggota biara monastik untuk menduduki jabatan-jabatan penting di lingkungan kepausan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*