Artikel Terbaru

OMK Nusantara Berziarah ke Manado

OMK Nusantara Berziarah ke Manado
1 (20%) 1 vote

Selain itu, OMK juga diminta merawat budaya masyarakat Sumba melalui pementasan tarian dan lagu tradisional. Di Manado, pada malam pentas seni budaya, delegasi Keuskupan Weetebula akan mewakili Regio Nusra mempersembahkan budaya Nusa Tenggara.

Peduli Alam
Di Bumi Borneo, persiapan OMK Keuskupan Palangkaraya jelang IYD juga ramai. Perwakilan kontingen Palangkaraya Christina Reni Krisawati mengatakan, Komisi Kepemudaan (Komkep) Keuskupan Palangkaraya menginisiasi persiapan delegasi ke Manado, mulai pembuatan salib, ziarah salib, hingga pembekalan teknis bagi peserta. Salib IYD Keuskupan Palangkaraya dibuat dengan nuansa inkulturatif. Pada salib terpampang lukisan bermotif Dayak dan dua ukiran Burung Enggang. Salib menjadi simbol persatuan seluruh OMK di Keuskupan Palangkaraya dan OMK di Indonesia.

Salib yang diberkati Uskup Palangkaraya Mgr A.M. Sutrisnaatmaka MSF ini telah berziarah, menjumpai seluruh OMK di paroki-paroki di Keuskupan Palangkaraya. Ziarah salib IYD dimulai sejak Maret silam. Ziarah salib IYD ini mesti melewati medan yang tak mudah.

Kegiatan Pra IYD bertujuan agar peserta saling mengenal satu sama lain sehingga persaudaraan semakin kokoh. “Terutama untuk merefleksikan pergulatan OMK berhadapan dengan tantangan kerusakan lingkungan di Kalimantan,” ujar Reni. Sebanyak 58 orang muda yang merupakan wakil dari 23 paroki dan Tim Komkep akan menjadi delegasi Keuskupan Palangkaraya di Manado.

Tamu Mancanegara
OMK Keuskupan Agung Kota Kinabalu juga menyambut IYD. Secara wilayah administratif, Keuskupan Agung Kota Kinabalu berada di luar Indonesia, namun 25 orang muda Katolik dari 21 paroki di Keuskupan Agung Kota Kinabalu telah bersiap menuju Manado. Mereka adalah Ketua OMK setiap paroki dan juga orang muda yang aktif dalam pelayanan OMK di kampus.

Koordinator delegasi dari Kota Kinabalu Denis Patrick Peter Kintau mengatakan, mereka sudah bersiap sejak awal 2016, namun baru pada September ini mereka mematangkan rencana keikutsertaan mereka di IYD Manado. Kesempatan mengikuti IYD, kata Denis, bermula dari pertemanan dengan Fr Antonius Haryanto yang sedang berkarya di Kinabalu. Lewat tali pertemanan inilah Denis ikut mendaftarkan OMK Kota Kinabalu.

Delegasi Kota Kinabalu, kata Denis, ingin memperkenalkan budaya dan kehidupan mereka di Kinabalu. “Perkongsian ini kami harapkan mampu membuka peluang kepada OMK Indonesia untuk lebih mengenali saudara seiman serumpun hingga membuahkan hasil melalui gabungan doa dan aktivitas OMK pada masa hadapan (masa depan-Red),” tulis Denis.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*