Artikel Terbaru

OMK Nusantara Berziarah ke Manado

OMK Nusantara Berziarah ke Manado
1 (20%) 1 vote

OMK yang mewakili Keuskupan Manado adalah OMK dari paroki yang tidak kebagian jatah live in. “OMK dari Paroki yang jauh, seperti Palu, Poso, Gorontalo, hingga Sitaro akan terlibat sebagai peserta live in.

Manado, kata Agus, identik dengan slogan “Torang Samua Basudara” atau kita semua bersaudara. Kegiatan Pra IYD di Manado menonjolkan persaudaraan dalam keberagaman, misal dalam acara “50 Hari Menyambut IYD”. Pun dalam kegiatan akbar yang digelar Panitia IYD Keuskupan Manado, “Pawai Obor Perdamaian” yang melibatkan semua agama.

Agus menyadari, setiap daerah punya budaya yang berbeda. Situasi dan keadaan OMK di Keuskupan lain pun berbeda-beda. Namun, semangat Torang Samua Basudara kiranya bisa menular ke semua OMK Nusantara. OMK di Manado, memiliki hubungan yang sangat dekat layaknya keluarga kandung. “Mungkin sombong saya katakan. Tapi soliditas yang kuat inilah yang membuat OMK saling melindungi, memberikan perhatian, menjadi bagian kehidupan satu sama lain.”

J. Kardinal Darmaatmadja SJ

“Meskipun ada ciri-ciri pesta, saya menangkap IYD adalah perayaan iman orang muda dalam kegembiraan. Pesta itu harus sampai pada kegembiraan Injil dan kesadaran akan diri yang dipanggil menjadi rasul Yesus zaman ini. Lewat IYD, Yesus mengumpulkan orang muda untuk kemudian diutus. Maka ketika kembali dari Manado, mereka harus memancarkan kegembiraan Injil yang terwujud dalam bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap sesama dan segenap ciptaan. Seperti Yesus yang berbelaskasih, OMK sebagai rasul harus menimba rahmat belaskasih dengan senantiasa mengikuti Ekaristi yang menjadi pusat perutusan mereka sebagai rasul-Nya.”

Romo Antonius Haryanto, Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan KWI

“Pertama, saya berharap pendampingan orang muda berkelanjutan dan menjadi perhatian bersama. Kedua, orang muda semakin bisa mengetahui arah hidup dan tantangannya untuk mencapai kesucian seperti yang Yesus harapkan pada orang muda. Orang muda dipanggil menjadi suci serta mewartakan Kristus dalam hidupnya.”

Mgr Ignatius Suharyo, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia

“Setiap kali saya bertanya kepada orang muda mengenai cita-cita mereka, jawabannya bermacam-macam, ada yang mau menjadi guru, perawat, dokter, pengusaha, imam, suster, bruder, dan seterusnya. Sampai sekarang saya belum pernah mendengar jawaban, “Saya ingin jadi orang suci.” Padahal itulah panggilan setiap orang Kristiani. Orang muda mesti menyadari panggilan menuju kesempurnaan kasih dan kepenuhan hidup Kristiani dan bersama-sama mencari jalan untuk mewujudkannya.”

Daniel Mananta

“IYD adalah momen di mana Gereja harus tahu apa yang orang muda mau. Ini saatnya orang muda semakin terlibat. Teman-teman bisa menuangkan ide dan kreativitas dengan bebas. Ya, tentu sesuai aturan Gereja. Kita bisa nunjukin bahwa OMK bisa. Gue pikir, kegiatan semacam ini tidak saja membuat kita semakin dekat dengan Tuhan, tapi juga membuat kita semakin akrab dan peduli untuk membangun, melayani Gereja dan sesama.”

Edward Wirawan
Laporan: A. Aditya Mahendra

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 40 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 2 Oktober 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*