Artikel Terbaru

Romo Johanis Josep Montolalu, Ketua Umum Panitia IYD 2016: Torang Samua Basudara

Romo Johanis Josep Montolalu
[NN/Dok.Pribadi]
Romo Johanis Josep Montolalu, Ketua Umum Panitia IYD 2016: Torang Samua Basudara
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Keuskupan Manado didapuk sebagai tuan rumah Indonesian Youth Day (IYD) 2016. Sosialisasi tentang IYD dilakukan kepada semua pihak. Sosialisasi dilakukan di tingkat Paroki, Kevikepan, dan Keuskupan dengan kelompok sasaran Orang Muda Katolik (OMK) dan seluruh umat. Sosialisasi juga dilakukan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta pendekatan khusus kepada kelompok agama lain. Dampak dari sosialisasi ini adalah keterlibatan semua umat, bahkan pemerintah dan kelompok agama lain dalam kegiatan menyongsong IYD.

Sesuai dengan tema, “Sukacita Injil di tengah Masyarakat Indonesia yang Majemuk”, sebagian peserta akan tinggal di rumah keluarga non Katolik. Panitia di Paroki mengusahakan agar peserta IYD dapat mengikuti sebanyak mungkin kegiatan kemasyarakatan yang bernuansa budaya atau kebiasaan masyarakat setempat. Dengan demikian, peserta dapat memperkaya pengalaman hidup mereka. Hal ini untuk mengajak peserta IYD menikmati kehidupan masyarakat Sulawesi Utara yang dikenal dengan semboyan, “Torang Samua Basudara”. Kami mau memperkenalkan kerukunan hidup beragama di Sulawesi Utara kepada peserta IYD. Kami juga mau berbagi sukacita Injil dengan anggota masyarakat lain. Keluarga-keluarga yang menjadi keluarga angkat bagi peserta IYD dapat hidup berdampingan dengan keluarga-keluarga yang tidak seagama. Hidup berdampingan adalah sukacita Injil yang dapat dialami dan diberikan sebagai kesaksian sepanjang kegiatan IYD, bahkan dapat dibawa pulang sebagai pembelajaran sesudah IYD.

Saya berharap, OMK yang datang dengan penuh sukacita sebagai Injil yang hidup yang awalnya sebagai air, dapat pulang ke tempat mereka masing-masing sebagai Injil yang hidup dan menjadi anggur. Maka kegiatan puncak kebersamaan OMK dalam IYD ini dilaksanakan di ampitheater yang dirancang berbentuk empat bejana. Rancangan ini mengambil inspirasi “Perjamuan Nikah di Kana”, di mana Yesus mengubah air menjadi anggur.

Bagi OMK Keuskupan Manado, saya berharap kegiatan IYD ini menjadi sebuah kebangkitan. Mereka sangat bersemangat dalam kegiatan pra IYD. Semoga semangat kebangkitan itu tetap terjaga setelah IYD. Saya juga berharap OMK sungguh-sungguh menjadi saksi Kristus, yang dengan gembira memikul salib.”

Maria Pertiwi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 40 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 2 Oktober 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*