Artikel Terbaru

Margareta Denok Marty Astuti: Memilih Berkarya di Tempat Sampah

Demi sampah: Denok (tengah) bersama rekan-rekan Gropesh.
[HIDUP/Christophorus Marimin]
Margareta Denok Marty Astuti: Memilih Berkarya di Tempat Sampah
3.7 (73.33%) 3 votes

HIDUPKATOLIK.comDenok memutuskan hengkang dari tempat mapan. Ia memilih sampah sebagai jalan hidupnya. Sampah telah memberi Denok berkah.

Margareta Denok Marty Astuti memilih meninggalkan pekerjaan yang sudah mapan. Ia memutuskan mengolah sampah. Denok telah berkarya lebih dari sebelas tahun di sebuah perusahaan otomotif terkemuka di negeri ini. Posisinya dalam perusahaan telah memberikan penghasilan yang lebih dari cukup untuk hidup di Jakarta. Tapi pada 2014, Denok memilih menanggalkan semua kemapanan itu.

Keputusan itu tak mudah, “Ini bukan tempat kamu bekerja! Kamu dibutuhkan banyak orang di luar sana!” Kalimat itu terus mengiang di hatinya. “Entah itu suara hati atau suara apa. Tetapi saya percaya, itu suara hati yang berasal dari Tuhan,” ucap perempuan kelahiran Solo, Jawa Tengah, 6 April, 37 tahun silam ini.

Denok perlu satu tahun untuk memutuskan hengkang dari perusahaan. Banyak orang yang menolak keputusannya, terutama dua kakaknya. “Kalau kamu mengurusi sampah, kamu bisa punya uang? Apa sampah bisa menjamin kehidupan kamu?” Penolakan demi penolakan ia jadikan bahan pertimbangan. “Uang memang penting, tapi itu bukanlah prioritas utama. Toh, ketika saya terjun dalam dunia persampahan, saya merasa bahagia. Saya yakin Tuhan akan memberikan rejeki dari sampah.”

Peneguhan datang dari sang bunda. “Kalau kamu bisa berguna bagi banyak orang dan bisa membahagiakan banyak orang, ya tidak apa apa.” Perkataan sang bunda membuat Denok kian tegar. Bungsu dari tujuh bersaudara ini pun hengkang dari tempat mapan ke “tempat sampah”.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*