Artikel Terbaru

L Edi Sukmoro: Setengah Mati Mempertahankan Pencapaian Pak Jonan

L Edi Sukmoro: Setengah Mati Mempertahankan Pencapaian Pak Jonan
3 (60%) 2 votes

Edi berhasil menertibkan sejumlah aset milik KAI. “Modalnya keberanian, banyak persoalan di KAI saat itu yang hanya didiamkan begitu saja. Saat Pak Jonan melakukan pemberesan di KAI ditentang habis-habisan. Tetapi, manakala kereta api menjadi bersih, tertata, rapi, dan lancar, semua orang mengacungi jempol.”

Bagi Edi, sebuah perubahan itu pasti akan bertabrakan dengan orang yang tidak mau berubah. “Tapi jika perubahan itu demi kebaikan bersama dan kepentingan yang lebih luas, jangan pernah menyerah,” tekadnya. Ia juga meyakini, semua hal jika dilakukan dengan niatan yang baik serta tidak berusaha “bermain”, apalagi “bermain uang”, pasti akan selalu dilindungi Tuhan.

Mantan aktivis Gereja Mahasiswa Bandung, Jawa Barat ini mengaku, keberanian dalam dirinya ia peroleh melalui sikap pasrah kepada Tuhan. “Sebelum tidur, saya bersama istri selalu berdoa tiga kali Salam Maria. Semua yang saya kerjakan selalu saya serahkan kepada Tuhan.”

Layanan penumpang
Selama menjabat sebagai Dirut PT KAI, Edi rutin kunjungan ke daerah-daerah. Ia setia kepada hal-hal yang kecil. Misal tentang kebersihan toilet, baik di stasiun maupun di kereta api. Ia juga selalu memastikan ruang kesehatan dan mushola di stasiun berfungsi dan bersih. Bahkan bancikan, tangga untuk naik turun penumpang, tak luput dari perhatian Edi.

Kemudahan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama. Mulai penumpang mencari tiket hingga keluar stasiun tujuan. Ia pun membuat terobosan dengan e-ticketing. Masyarakat pun dipermudah mendapatkan tiket kereta api melalui jaringan internet, atau membeli di gerai-gerai mini market. Kini check-in penumpang kereta api pun telah dilakukan secara mandiri.

Selain itu akan ada penambahan kereta api lokal, terutama di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dua tahun lalu, penumpang per hari mencapai 500 ribu orang. “Saat ini sudah 850 ribu per hari. Saya sering mendapat keluhan, ‘Pak Edi, saya di dalam kereta api, tetapi tidak bisa keluar’. Karena penumpangnya terlalu banyak,” ujarnya sembari tersenyum. Kereta api ke Bandara Soekarno-Hatta, rencana juga akan mulai dioperasikan tahun depan.

Edi juga sedang berupaya memisahkan rel kereta api lokal dengan kereta api jarak jauh, untuk menambah frekuensi perjalanan. Sementara, kereta api jarak jauh sudah diujicobakan ditambah gerbong, yang selama ini hanya delapan gerbong menjadi 14 gerbong. “Jadi sekali tarik bisa menampung sekitar 1500 penumpang,” ujar Edi.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*