Artikel Terbaru

Vincentius F Didin Maman: Merintis Sistem Manajemen Rumah Sakit

Vincentius F Didin Maman: Merintis Sistem Manajemen Rumah Sakit
1 (20%) 1 vote

Didin mengakui, melalui karya yang dia geluti ini, ia semakin mengenal lembagalembaga religius di Indonesia, terutama yang pernah ia layani. Ia pun berjumpa dengan aneka ragam komunitas. “Dari karya yang saya geluti ini, saya bisa berjumpa dengan banyak orang, terutama komunitas-komunitas suster di Indonesia yang memiliki kekhasan masing-masing dan corak yang berbeda. Ini merupakan berkat yang luar biasa yang saya terima dari Tuhan. Meski hal itu mungkin tampak sepele bagi orang lain, namun bagi saya ini menjadi rahmat yang besar dalam hidup saya,” ungkap pria yang gemar jalan-jalan ini.

Mengasuh kemampuan
Didin pernah tertarik menjadi biarawan. Ia tertarik dengan jubah Ordo Salib Suci (OSC). Ia terpesona dengan jubah hitam putih OSC yang katanya mirip warna Penguin. “Saya sempat memberanikan diri mengikuti termasuk OSC, tapi gagal,” katanya.

Meskipun demikian, ia tetap senang. “Karena saya tetap bisa bermain-main dengan penguin. Warna jubah yang saya idam-idamkan itu sama dengan lambang sistem komputer Linux, penguin juga,” ujarnya bercanda. Meski gagal masuk biara, namun melalui karyanya, Didin dipertemukan dengan para kaum berjubah hampir di setiap rumah sakit yang dikelola oleh biarawati di Indonesia.

Pria yang pernah kuliah Informatika ini masih terus mengasah pengetahuan dan kemampuan di bidang teknologi informasi. Ia kerap menyambangi berbagai pelatihan dan seminar tentang teknologi informasi. Ia pun mengaku bahwa ilmu yang ia dapat di bangku kuliah masih sangat kurang. Melalui beragam cara, ia terus mengulik perkembangan teknologi informasi.

Dalam pemasangan sistem teknologi informasi di sebuah rumah sakit, Didin membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Waktu ini hanya untuk proses pemasangan atau instalasi program, belum proses pelatihan bagi sumber daya manusia yang akan mengoperasikan sistem tersebut.

Didin mengaku bahwa ia tak mencari keuntungan dalam karya ini. “Ini murni pelayanan,” ujarnya. Ia juga masih kerap menjumpai di beberapa daerah terjadi penipuan yang sangat merugikan pengguna. Maka pelatihan bagi para pengguna sistem ini amat penting dilakukan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*