Artikel Terbaru

St Bonifasius IV: Paus Pelopor Alih-Fungsi Kuil Jadi Gereja

St Bonifasius IV: Paus Pelopor Alih-Fungsi Kuil Jadi Gereja
1 (20%) 1 vote

Bonifasius dipilih sebagai Paus pada 25 Agustus 608. Lalu ia dikonsekrasi sebagai Patriark Roma, penerus Takhta St Petrus pada 15 September 608. Ia naik takhta sebagai Paus Bonifasius IV menggantikan Paus Bonifasius III (607), setelah terjadi takhta lowong selama lebih dari sembilan bulan. Ia menggantikan Paus Bonifasius III yang hanya sebentar memimpin Gereja menggantikan Paus Sabinianus yang hanya dua tahun menduduki Takhta St Petrus (604-606).

St Maria Rotonda
Ketika menduduki Takhta St Petrus, Paus Bonifasius IV menjadi pelopor yang mengubah fungsi bangunan-bangunan peninggalan Kekaisaran Romawi kuno–terutama bekas-bekas kuil penyembahan dewa-dewi. Ia menjadikan bangunan kuil itu sebagai gereja. Awalnya, Bapa Suci mendapatkan izin dari Kaisar Bizantium, Phokas (602-610) untuk mengubah Pantheon menjadi gereja.

Pantheon adalah kuil yang dahulu digunakan untuk ritual penyembahan Dewa Yupiter, Venus dan Mars, yang dibangun oleh Markus Vipsanius Agrippa (64-12SM), seorang Jenderal Romawi yang juga seorang arsitek. Jenderal Agrippa adalah sahabat Kaisar Agustus (63SM-14M) yang bertanggung jawab mendirikan banyak bangunan megah di Roma. Ia juga menjadi mertua Kaisar Tiberius (42SM-37M); kakek berdasarkan garis ibu dari Kaisar Caligula (12-42M); dan kakek buyut Kaisar Nero (37-68M).

Pada 13 Mei 609, Paus Bonifasius IV memberkati Pantheon ini. Ia menjadikannya sebagai gereja yang dipersembahkan kepada St Perawan Maria dan seluruh martir. Gereja ini dikenal dengan nama St Maria Rotonda. Inilah pertama kali proses alih-fungsi bangunan yang dianggap kafir menjadi tempat peribadahan umat Kristen. Usai diberkati, sebanyak 28 gerobak penuh dengan tulang belulang suci para martir dari katakombe dipindahkan ke gereja ini.

Sapaan bagi Inggris
Pada masa kepausan Bonifasius IV, Uskup pertama London (604-619), Mgr Mellitus (†624) datang ke Roma. Ia menghadap Paus untuk meminta nasihat mengenai beberapa persoalan penting yang muncul karena pemekaran Gereja di Inggris. Selain itu, ia juga meminta nasihat Paus mengenai aturan kehidupan monastik dan para rahib yang sesuai dengan disiplin dan ajaran Gereja.

Pada saat itu, Paus sedang menggelar Sinode Para Uskup Italia dan sekitarnya. Oleh karena itu, Mgr Mellitus pun diajak untuk mengikuti Sinode tersebut karena saat itu para Bapa Sinode juga sedang membicarakan mengenai reformasi kehidupan dan disiplin bagi kaum berjubah.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*