Artikel Terbaru

IKMK–UNY: Merawat Iman dalam Pluralitas Kampus

Beberapa anggota IKMK UNY berfoto bersama.
[Dok. Fr Alexander Pambudi SCJ]
IKMK–UNY: Merawat Iman dalam Pluralitas Kampus
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comJauh dari keluarga, menjadikan komunitas ini sebagai “rumah kedua” bagi mahasiswa-mahasiswi Katolik. Di sini mereka menemukan cinta, keluarga, saudara dan sahabat.

Penggalan syair lagu ini tampak begitu bersemangat dan ambisius. Lagu ini adalah mars Ikatan Keluarga Mahasiswa Katolik-Universitas Negeri Yogyakarta (IKMKUNY). Bagi anggota IKMK-UNY, mars ini mengungkapkan harapan terdalam mereka yang sedang berkutat mempersiapkan masa depan mereka di bangku kuliah.

Lagu ini selalu bergema keras dinyanyikan kala mereka berkumpul. Seperti pada pertengahan Mei silam, saat IKMKUNY mengadakan kegiatan live in di Paroki St Perawan Maria Diangkat ke Surga, Dalem, Gantiwarno, Klaten, Keus kupan Agung Semarang. Di awal live in, mereka menyanyikan mars andalan mereka.

Selama live in, mereka tinggal di rumah umat Katolik sekitar Gua Maria Sriningsih. Kegiatan ini diadakan untuk mengasah keakraban anggota dan kepedulian terhadap orang-orang yang terpinggirkan dan merupakan agenda tahunan komunitas.

Berkat bagi Sesama
Dengan tema “Menjadi Berkat bagi Sesama” dan persiapan yang matang, panitia berupaya keras agar live in tahun ini benar-benar menjadi berkat bagi para anggota IKMK-UNY dan keluarga yang ditempati.

Dalam sebuah sesi sharing, para peserta menceritakan pengalaman unik masing-masing bersama keluarga yang ditempati. Ada peserta yang diajak orangtua ikut mencari rumput untuk pakan ternak di gunung. Ada juga yang menikmati pengalaman pertama makan nasi tiwul, mencari kayu bakar, dan sebagainya. Semua pengalaman itu kemudian dibagikan sebagai usaha untuk saling memperkaya pengalaman di antara para anggota.

Meski bukan hal baru, Maria Clara Yubilea Sidharta merasa diteguhkan dan disemangati dalam kegiatan live in ini. Selama kegiatan, Lala, sapaannya tinggal di rumah Bu Priyo. Ia menemani Bu Priyo mengambil beras jimpitan dan ikut doa rosario keluarga dengan bahasa Jawa. “Saya belajar tentang menghargai waktu bersama keluarga dan bersyukur dalam situasi apa pun,” ungkap Lala.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*