Artikel Terbaru

St Pedro Armengol OdeM: Bruder Mantan Bandit

St Pedro Armengol OdeM: Bruder Mantan Bandit
1 (20%) 1 vote

Hidup biara bukanlah hal mudah bagi Pedro. Bayangkan, apa jadinya bila seorang “anak hutan” kembali dan hidup bersama “anak Tuhan”. Semua terasa berat! Namun, koleganya merasa salut akan perkembangan iman Br Pedro. Ia menunjukkan tabiat halus dan akhlak baik. Doa dan matiraga sungguh dipraktikkan sebagai silih atas dosa dan mohon ampunan Tuhan.

Setelah delapan tahun di biara, Pedro ditugaskan untuk menyelamatkan orang-orang Kristen yang disandera Bangsa Moor di Andalusia (kini: Semenanjung Iberia, Spanyol, Portugis, Maroko dan Afrika Barat). Ia didaulat membawa uang tebusan.

Ditemani Br William Florentino Guillermo, Pedro berangkat. Sesuai informasi, orang Moor akan mengeksekusi 119 orang Kristen bila tebusan terlambat tiba. Sehari sebelum penetapan eksekusi, dua bruder ini telah menyerahkan tebusan. Misi penyelamatan pun sukses dan menuai pujian masyarakat Spanyol.

Br Guillermo bersaksi, Br Pedro amat berani dan tak takut mati. Biasanya orang memberi uang tebusan hanya di tempat yang disepakati. Tapi Br Pedro justru masuk ke kawasan orang Moor. Ia diterima dan disuguhi makanan lezat.

Alami Mukjizat
Tahun 1266, Br Pedro menerima perutusan kedua. Misi ini bermasalah karena orang Moor minta tebusan lebih dari kesepakatan sebelumnya. Padahal, ia hanya membawa tebusan sesuai kesepakatan. Ia pun minta Br Guillermo kembali mengambil kekurangannya. Selama itu, Br Pedro dikurung dan tak diberi makan. Waktunya ia gunakan untuk berdoa. Hingga batas waktunya, Br Guillermo tak kunjung tiba. Orang Moor naik pitam dan berniat membunuh Br Pedro. Mereka memfitnah bahwa ia telah menjelekkan Nabi Muhammad SAW dan menjadi mata-mata Raja Kristen Spanyol.

Br Pedro hanya bisa pasrah. Ia dihukum gantung. Orang Moor berpikir, tawanan mereka telah mati. Saat orang-orang Moor menurunkan tubuh Br Pedro pada hari berikutnya, ia tetap sehat seolah tak terjadi apa-apa. Ajaib. Semua orang terhenyak kala ia mulai berkata-kata. Konon sebagian lalu mengikutinya dan memeluk iman Katolik.

Br Pedro kembali bersama Br Guilermo. Br Pedro disambut meriah bak martir hidup. Dalam percakapan dengan Superiornya, ia menceritakan bahwa saat digantung, Tuhan menyelamatkannya. Bunda Maria dan para malaikat menopang kakinya sehingga ia selamat. Sebagai tanda mukjizat itu, tulang lehernya bengkok dan kulitnya pucat seperti orang mati. Tapi ia masih bisa bertahan hidup hingga 40 tahun. Ia wafat pada 17 April 1304.

Pada 28 Maret 1686, Paus Innosensius XI (1611-1689) menganugerahinya Santo karena banyaknya mukjizat lewat perantaraan doanya. Tubuhnya pun tetap utuh hingga tahun 1936. Saat Perang Sipil Spanyol (1936-1939), relikui itu dinistakan dan dibakar. Abu jazadnya dikumpulkan beberapa anak dan disimpan oleh orangtua mereka. Pasca komunisme hancur, relikui itu dikembalikan ke Gereja di Biara Guardia dels Prats, Tarragona. Gereja mengenangnya tiap 27 April.

Yusti H. Wuarmanuk/R.B.E. Agung Nugroho

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*