Artikel Terbaru

Budi Susanto Yohanes: Konduktor yang Mendunia

Budi Susanto Yohanes: Konduktor yang Mendunia
3 (60%) 2 votes

Ke Korea
Dengan segudang prestasi yang sudah diraih, Budi tak berpuas diri. Ia masih merasa pengetahuan di bidang paduan suara belum berkembang. Bahkan, ia kadang merasa jalan di tempat. Ini mendorong naluri akademiknya. Budi pun memantapkan hati menempuh pendidikan formal. Atas saran seorang teman, Budi mencoba seleksi untuk mendapatkan beasiswa. Alhasil, ia mendapat beasiswa di Korea National University of Arts Seoul pada 2012.

Pertama kali menginjakkan kaki di Negeri Gingseng, bukan kemudahan yang ia dapatkan. Ia kesulitan dalam hal bahasa. Hari-hari awal di Korea tidak menyenangkan. Kuliah pun terasa hambar. Hanya tekat dan niat yang membuat Budi bertahan di Korea. Ia hanya fokus menyelesaikan kuliah.

Dalam ketekunan kuliah, Budi memperoleh banyak hal. Wawasannya tentang musik semakin dalam dan luas. Pada tahun kedua di Korea, Budi berhimpun dengan Collegium Vocale Seoul. Meski mengalami jatuh bangun, Budi berhasil menyelesaikan kuliah dan meraih gelar Bachelor of Arts in Music and Choir Conducting pada 2016.

Kebulatan tekad Budi membuahkan hasil. Budi semakin aktif memberikan materi dalam berbagai lokakarya dan sering mendapatkan undangan menjadi juri pada kompetisi berskala nasional maupun internasional. Sebagai komponis, ia juga telah menghasilkan seratus komposisi paduan suara untuk The Association for Music in International Schools dan berbagai paduan suara di Indonesia. Beberapa penerbitan musik dari sejumlah negara seperti Earthsong USA, Carus-Verlag Germany, Singapore Choral Research Center dan Graciosos Sonora Choirpun sudah mempublikasikan karya-karya Budi.

Komposisi yang ia ciptakan baik orisinil maupun adaptasi lagu rakyat selalu mendapat perhatian. Berkat kepiawaian ini, Budi juga turut mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Dalam semangat mengembangkan karir musik lebih lanjut, sejak awal 2016, ia kembali ke Indonesia dan menetap di Jakarta. Ia pun menjalin relasi dengan beberapa paduan suara, seperti Maria Assumptae Katedral Jakarta, Difertimento Ensemble, Voctaville, dan Terra Voce. Kini Budi ingin mengenalkan musik-musik klasik kepada khala yak di Indonesia. “Karena banyak bakat-bakat terpendam di Indonesia,” ujarnya.

Budi Susanto Yohanes
TTL: Blitar, Jawa Timur, 8 September 1979

Pendidikan:
• SDK Santa Maria Blitar (1985-1992)
• SMPN 1 Blitar (1992-1995)
• SMUK St Albertus Dempo Malang (1995-1998)
• Teknik Elektro Universitas Brawijaya (1998)
• Bachelor of Arts in Choir Conducting, Korea National University of Arts Seoul (2012-2016)

Penghargaan:
• Konduktor Terbaik Rimini Choral Festival Italia (2011)
• Pemenang Kategori Musica Sacra Kompetisi Komposisi Paduan Suara Universitas Parahyangan Bandung (2012)
• Finalis Bela Bartok Choral Festival and Competition Debrecen, Hungaria (2012)
• Juara Ketiga Kategori Folklore dalam Festival Internacional de Música de Cantonigròs, Spanyol (2013)
• Juara Ketiga Kategori Poly phonic Habaneras Choral Festival, Torrevieja, Spanyol (2013)
• Juara Kedua Kategori Renaissance dan Juara Ketiga Kategori Mixed Choir dalam Seghizzi Choir Competition, Italia (2015)

Marchella A. Vieba

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*