Artikel Terbaru

St Gabriel Possenti (1838-1862): Teladan Kaum Muda dari Assisi

Makam St Gabriel Possenti di Biara Passionis Isola del Gran Sasso, Italia.
[artsaint.com]
St Gabriel Possenti (1838-1862): Teladan Kaum Muda dari Assisi
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comKehebatan berdansa dan kemampuan intelektual membuatnya disukai gadis-gadis. Hidupnya mengalir dari pesta ke pesta hingga akhirnya terdampar di biara. Sayang, ia wafat di usia sangat muda.

Seorang pemuda kurus mengenakan jubah hitam berhadap-hadapan dengan sejumlah tentara bayaran di sebuah lorong gelap di kota kecil Piedmont, Italia. Lelaki itu baru saja melumpuhkan salah satu di antara mereka karena membekap seorang gadis. Merasa terganggu, seorang tentara lain mengeluarkan pistol dan mengarahkan bidikan ke arah lelaki kurus itu.

Dengan sigap si pemuda segera merampas pistol yang telah dibidikkan ke arahnya, kemudian membidikkan pistol itu dan menarik pelatuk. Namun target tembakan bukanlah si tentara itu, melainkan ke arah seekor kadal yang sedang melintas di situ. Bidikan itu tepat mengenai sasaran. Sontak gerombolan tentara itu lari ketakutan. Si gadis akhirnya selamat dari ancaman pelampiasan nafsu birahi mereka. Konon, desa asal si gadis tak lagi diganggu oleh kedatangan tentara tersebut. Inilah secuil kisah heroik Gabriel Possenti yang terjadi pada 1860. Ia adalah seorang Passionis dari Assisi, Italia yang mahir menembak.

Duka Bertubi
Gabriel Possenti berasal dari Assisi. Keluarganya cukup berada karena sang ayah berprofesi sebagai advokat. Nama asli Gabriel sebenarnya adalah Fransiskus. Orangtuanya memberi nama itu karena terinspirasi St Fransiskus Assisi, santo besar dalam Gereja Katolik, sekaligus pelindung Kota Assisi.

Putra ke-11 dari 13 bersaudara pasangan Agnes dan Sante Possenti ini tumbuh mengikuti watak sang ayah. Sante tergolong orang jujur yang dimusuhi banyak orang. Kejujurannya menimbulkan sakit hati di kalangan pemerintah yang korup saat itu. Karenanya, Sante tak bertahan lama di Assisi. Ia dipindahkan ke Montalta, dan setahun kemudian ke Spoleto di Provinsi Perugia, Italia. Saat itu, Fransiskus baru berumur tiga tahun. Pria kelahiran 1 Maret 1838 ini menjadi anak kesayangan Agnes dibandingkan saudara-saudarinya.

Di Spoleto, keluarga Possenti dilanda duka bertubi-tubi. Peristiwa itu diawali kala Rosa, adiknya meninggal dunia pada Desember 1841. Pada Januari 1842, Adele, saudarinya yang berusia tujuh tahun juga meninggal dunia. Kesedihan berlanjut ketika Agnes, ibunda tercinta pun meninggal dunia. Fransiskus sangat sedih. Dalam doa di depan patung Bunda Maria, lara hati itu ia tumpahkan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*