Artikel Terbaru

Serba Jelita Kolintang Santo Yakobus

Serba Jelita Kolintang Santo Yakobus
1 (20%) 1 vote

Kolintang Santo Yakobus raih Juara II di Festival Pinkan 2016. [Dok. Kolintang Santo Yakobus]
Kolintang Santo Yakobus raih Juara II di Festival Pinkan 2016.

[Dok. Kolintang Santo Yakobus]

Belakangan, minat umat Paroki Kelapa Gading pada alat musik kolintang kian mewabah. Sudah ada dua grup lagi yang terbentuk. Satu grup terdiri dari anak-anak, satu lagi beranggotakan ibu-ibu. “Kita sudah klop. Jadi yang mau gabung bikin grup baru. Jumlahnya sama, sesuai dengan peran dalam permaianan kolintang,” kata Felicia Alvina, anggota grup musik Kolintang Santo Yakobus yang lain.

Prestasi
Awal mulanya, Kolintang Santo Yakobus hanya tampil di gereja saat Misa. Pelanpelan mereka juga tampil di acara-acara seremonial paroki. Lalu umat yang ikut acara di paroki dan melihat mereka bermain, mengundang untuk mengisi di acara-acara lain. Dari situ, jam terbang mereka bertambah. Paroki tetangga, seperti Paroki St Lukas Sunter, Jakarta Utara, pernah mengundang mereka. Selain itu, mereka juga manggung di acara-acara wedding. Tentu saja, lagu-lagu yang dibawakan sesuai dengan tema acara. Biasanya, lagu-lagu yang dibawakan diaransemen oleh pelatih mereka, Ferdinand Soputan. “Lagunya macam-macam, sesuai permintaan. Ada lagu daerah, nasional, internasional, pop, love song, dan macam-macam,” ujar Felicia.

Pada 2012, Kolintang Santo Yakobus mencoba peruntungan dengan ikut festival. Ajang yang mereka datangi adalah Festival Malesung I yang digelar di Sport Mall Kelapa Gading. Saat itu mereka meraih Juara Harapan I untuk kategori wanita. Tahun 2013, saat Festival Malesung II kembali digelar, Kolintang Santo Yakobus unjuk gigi lagi. Kerja keras mereka berbuah manis, Juara I mereka rengkuh. Pada event yang sama, Silvy Laurensia dinobatkan sebagai pemain melodi terbaik. Tahun lalu, ikut Lomba Kolintang dalam rangka HUT 160 tahun Yayasan Perhimpunan Vincentius Jakarta, dan menyabet Juara I.

Pada Februari lalu, Kolintang Santo Yakobus kembali unjuk kebolehan di Festival Persatuan Insan Kolintang Nasional (Pinkan) untuk memperebutkan Piala Ibu Negara RI Tahun 2016 di Surabaya, Jawa Timur. Mereka pun berhasil meraih Juara II kategori umum. Tak hanya itu, mereka berhasil mengamankan penghargaan untuk pemain bas terbaik atas nama Gnade Pingkan dan penyanyi terbaik. Terakhir, grup ini ikut dalam Indonesia Orchestra Ensemble Festival di Taman Ismail Marzuki Jakarta. Enam lagu yang dipentaskan berhasil mengantar mereka sebagai The Best Group Performance.

Koordinator Kolintang Santo Yakobus Gnade Pingkan menilai, prestasi ini adalah hasil dari kerja sama antaranggota. Sebab dalam bermusik, bukan hanya punya skill tinggi, tapi bagaimana tampil kompak sebagai satu kesatuan. “Saya berharap, kami tetap kompak,” imbuhnya. Hal senanda diakui John. Ia mengapresiasi komitmen para jelita muda ini. Ia berharap, grup ini tetap eksis. Karena melalui orang muda, grup mampu memberi kesaksian iman di tengah masyarakat. Katanya, “Justru lewat musik orang muda mengenalkan khazanah budaya nusantara. Ketika kami ikut festival apa pun, kami selalu menyebut diri Kolintang dari Gereja Katolik Santo Yakobus”.

Stefanus P. Elu

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 40 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 2 Oktober 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*