Artikel Terbaru

Fransiskus Wolo Tukan: Totalitas Karya untuk Umat dan Warga

Fransiskus Wolo Tukan: Totalitas Karya untuk Umat dan Warga
1 (20%) 1 vote

Enam bulan situasi itu bercokol di dalam diri Frans. Ia menyerah; tak sanggup terus tenggelam dalam “kubangan” yang membatasi gerak dan pergaulannya. Suami Laurentia Martini Liswardi ini perlahan-lahan mulai berani membuka diri dan bertegur sapa dengan warga.

Tak semua warga bisa langsung menyambut keberadaannya secara positif. Bahkan meski Frans didapuk sebagai Sekretaris RT dan RW, tuduhan kristenisasi masih berhembus kuat. Ada satu dari tujuh Pengurus RT di RW 8 yang tak pernah datang rapat selagi masih ada Frans. Pengurus RT itu juga melarang warganya menerima atau meminta bantuan gereja.

Alih-alih berhasil, sikap Pengurus RT itu justru nyaris Mendapat surat protes dari pengurus RT lain karena tak pernah mengindahkan undangan rapat, menebar fitnah dan kebencian, serta memporak-porandakan rasa persatuan antarwarga. Frans yang dikambinghitamkan Sebagai antek kristenisasi justru menolak rencana pemberian surat protes itu.

Katanya, kepengurusan warga seharusnya menyatukan seluruh masyarakat. Ia tak ingin surat itu kelak bisa memecah-belah warga mereka sendiri. Surat protes itu pun urung dikirim. Namun warga keburu mengetahui gelagat Pengurus RT yang bermasalah. Warga menjatuhkan sanksi sosial, hilang kredibiltas.

Tulus Melayani
Adim Darmawan, security gereja dan rekan karya Frans “angkat jempol” dengan koordinatornya itu. Adim yang ditemui di pos keamanan gereja mengakui Frans sebagai pribadi yang mau mendengarkan dan membantu rekan-rekannya saat dirundung masalah. Adim melanjutkan, Frans menjadi muara keluh-kesah mereka.

Frans tak hanya populer di lingkungan gereja. Warga juga mengenal ayahanda Alfonsus Kristoforus Tadon Tukan dan Theresia Victoria Artati Welasasih Gala Tukan sebagai pribadi yang ringan tangan Kepada warga dan peduli terhadap generasi muda RW 8. “Saya salah satu contohnya. Saya kenal Om Frans sejak beliau Mendampingi kami, anak muda waktu itu di Karang Taruna,” kata Ruslan Abdul Gani, yang kini menjadi Bendahara RT 3/ RW 8, Keluruhan Kranji.

Keramahan, semangat, ringan tangan, dan perhatian Frans yang amat besar kepada kaum muda RT meyakinkankan Basuni, Ketua RT 3 yang mendampuknya sebagai Pembina Karang Taruna dan Sekretaris RT 3. Selama dalam bimbingannya, geliat orang muda amat terasa. Mereka kerap mengadakan acara bersama, seperti perlombaan olah raga dan 17 Agustusan.

Andil Frans di RT ternyata dilirik Ketua RW 8, Supriyono. Ia membutuhkan Frans untuk berada di barisan Pengurus RW. Frans dipercaya sebagai sekretaris. Tanggung jawab itu masih ia emban hingga kini. “Dari seluruh pengurus, baik di tingkat RT maupun RW, saya satu-satunya yang beragama Katolik,” katanya. Menurut penyuka sepak bola dan bela diri ini, ada sekitar 50 kepala keluarga (KK) Katolik dari sekitar 700 KK warga RW 8.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*