Artikel Terbaru

Fransiskus Wolo Tukan: Totalitas Karya untuk Umat dan Warga

Fransiskus Wolo Tukan: Totalitas Karya untuk Umat dan Warga
1 (20%) 1 vote

Ustad Anis, yang kerap memberikan tausiyah untuk warga RW 8, juga pernah mendaulat Frans sebagai Ketua Panitia Halal Bihalal dan Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di RW-nya. Frans mula-mula keberatan atas permintaan sang ustad. Tapi, dorongan Ustad Anis akhirnya ia terima. “Dengan peran saya sebagai ketua mungkin bisa menjadi simbol bahwa Gereja juga peduli dengan warga,” ungkapnya. Frans dua kali menjadi Ketua Panitia perayaan itu.

Totalitas karya Frans di tengah warga juga menjadi salah satu jalan yang memuluskan berdirinya Gereja St Mikael. Bayangkan, setelah resmi menjadi paroki pada 1991, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) gereja baru keluar 13 tahun kemudian. Frans adalah salah seorang yang keluar-masuk rumah warga meminta tanda tangan, bukti kesediaan mereka agar rumah ibadah untuk umat Katolik hadir di Kranji.

Frans juga sosok yang tegas demi menjaga persatuan antara umat Katolik dengan warga. Suatu kali Frans kaget, saat pertemuan RW, ada warga yang mengeluh soal makanan. “Mengapa saat perayaan di gereja, makanan untuk panitia dengan warga yang menjaga parkir dan keamana berbeda? Gereja jika sedang butuh warga, datang sampai memohon. Tapi ketika gereja sudah berdiri, mereka justru membeda-bedakan warga,” kata Frans menirukan komentar seorang warga.

Frans hanya terdiam, usai rapat, ia mendatangi panitia perayaan. Ia meminta jangan sampai kejadian itu terulang kembali. “Jangan sampai kita mau berhemat seribu, tapi bisa keluar puluhan juta. Warga dan umat harus mendapat perlakuan sama,” kata Frans.

Teladan Hidup
Pensiunan Tempo Group ini amat mengagumi St Francesco Forgione OFMCap (Padre Pio). Menurutnya, Padre Pio adalah orang yang selalu merasa bahwa dirinya berdosa. Namun Tuhan justru menampakkan kemuliaan-Nya kepada dia lewat rahmat stigmata.

Kejujuran dan kerendahan hati Padre Pio membuat Frans bercermin atas hidupnya. Tiap malam di atas tempat tidur, Frans selalu bertanya kepada dirinya. Mengapa Tuhan masih berkenan memperhatikan, melindungi, dan mempercayakan berbagai tanggung jawab kepadanya, padahal ia berdosa, “Tuhan, jika Engkau ingin menggunakan tangan, kaki, dari diri saya untuk karya-Mu, pakailah saya sesuka hati-Mu,” rapal Frans menutup setiap doa malamnya.

“Saya percaya, apa pun yang saya lakukan dengan tulus, buahnya dari Tuhan nanti pasti baik,” ungkap Frans. Buah-buah ketulusan dari totalitas karya Frans tak hanya dinikmatinya sendiri, orang lain pun ikut merasakannya.

Yanuari Marwanto

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 22 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 29 Mei 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*