Artikel Terbaru

Dilengserkan sebagai Paus dan Dibuang

Dilengserkan sebagai Paus dan Dibuang
1 (20%) 1 vote

Konsili Lateran
Kala terpilih sebagai Paus, Roma dalam kondisi sulit. Para pemimpin Monothelitisme mendapat dukungan penuh Kaisar Konstans II. Monothelitisme bertentangan dengan ajaran Gereja Roma karena mengajarkan bahwa dalam diri Yesus hanya terdapat satu keinginan dan satu prinsip tindakan Ilahi dari Allah; dan menolak aspek keinginan dan prinsip tindakan manusiawi Yesus. Karena mendapat dukungan kaisar, penganut Monothelitisme leluasa menyebarkan ajarannya dan merongrong wibawa Gereja Roma.

Tak lama naik takhta sebagai Paus, Martinus I segera mempersiapkan Konsili di Lateran, melanjutkan apa yang sudah dimulai Paus Theodorus I. Sayang, ia keburu wafat pada 14 Mei 649. Selama bulan Oktober 649, sebanyak 105 uskup hadir dan bersidang dalam lima sesi.

Tiga Patriark Konstantinopel –Sergius I (610-638), Pyrrus I (638-641), dan Paulus II (641-653)–diekskomukasi bersama beberapa tokoh Monothelitisme, seperti Patriark Aleksandria dari Gereja Melkit Yunani, Cyrus (631-643) dan Theodorus dari Phran, Arabia. Sebanyak 20 kanon dihasilkan untuk menjelaskan mengenai dua keinginan dan dua prinsip tindakan Kristus, aspek keallahan dan kemanusiaan-Nya.

Lawan Kaisar
Sebagai perlawanan pada kaisar, Martinus I dikonsekrasi menjadi Paus tanpa persetujuan Kaisar Bizantium seperti tradisi sebelumnya. Dialah satu-satunya Paus yang naik takhta tanpa persetujuan Kaisar Bizantium sejak 537, kala pergantian dari Paus Silverius (536-537) ke Paus Vigilius (537-555).

Dalam Konsili Lateran, Paus menolak surat resmi (ecthesis) Kaisar Heraclius (610-641) tahun 638. Ecthesis ini menjadikan Monothelitisme sebagai paham Kekristenan resmi dan benar di seluruh Bizantium.

Selain itu, Konsili menolak keputusan resmi (typus) Kaisar Konstans II pada 648. Typus ini berisi tentang usaha kaisar menyelesaikan perdebatan terkait aspek Kristologis ajaran Kristiani dan menekankan, Monothelitisme adalah penjelasan yang paling benar.

Setelah ditandatangani, hasil Konsili disebarkan ke seluruh uskup dan klerus, disertai ensiklik Paus Martinus I. Semua dokumen itu diterjemahkan dalam Bahasa Yunani dan dikirimkan pada Kaisar Konstans II. Hal ini membuat kaisar geram.

Sebelum Konsili Lateran berakhir, kaisar mengirim salah seorang penasihatnya, Olympius ke konsili dan memaksa para bapa konsili menerima typus kaisar. Ia bahkan membayar seorang pelayan untuk membunuh Paus. Saat Misa di Basilika St Maria Maggiore, orang itu disuruh menerima Komuni langsung dari Paus; dengan harapan, di kesempatan itu ia dapat membunuh Paus.

Konon, ia tiba-tiba buta sementara dan tak dapat melihat Paus. Mendengar hal itu, Olympius gentar. Ia yakin, Bapa Suci sungguh orang benar dan dilindungi Tuhan sehingga ia menyesal dan melakukan rekonsiliasi dengan Bapa Suci. Tahu utusannya gagal total, kaisar segera memerintahkan Olympius berperang melawan tentara Islam di Sisilia dan ia tewas di sana.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*