Artikel Terbaru

Group Musik Keroncong STSP: Keroncong Perawat Harmoni

Group Musik Keroncong STSP: Keroncong Perawat Harmoni
1 (20%) 1 vote

Setelah lama mereka menekuni animasi liturgi, GMK-STSP mulai berkarya di luar tembok seminari. Mereka mulai dikenal di acara-acara beberapa kelompok paguyuban. Salah satunya paguyuban Pasederekan Jawa Katolik (Pasjakat). Akhir April 2016 lalu, GMK-STSP mengiringi perayaan Paskah bersama kelompok tersebut di TOR St Markus Pematangsiantar.

Tak hanya itu mereka juga pernah diminta mengisi perayaan syukur ulang tahun perkawinan sebuah keluarga dan diminta menganimasi musik liturgi dalam perayaan kaul kekal sebuah kongregasi biara.

Fr Bagas Brahmanthio, penggerak GMKSTSP mengatakan, hal yang harus ada dalam sebuah kelompok musik adalah keserasian dan pemahaman antar personil. Latihan rutin dan antusiasme anggota juga menjadi syarat mutlak. “Bakat saja tidak cukup, perlu latihan terus menerus agar pelayanan di bidang musik liturgi keroncong bisa semakin baik,” ujarnya.

Agar tidak mengganggu jadwal komunitas ataupun kegiatan kampus, GMKSTSP menetapkan jadwal latihan yang fleksibel. Fr Bagas dkk menyadari, tugas utama mereka adalah mengikuti pembinaan seminari dan mempersiapkan diri untuk menjadi imam. “Sekali seminggu pasti ada latihan. Jika ada pelayanan yang perlu kami tanggung, latihan dilakukan empat kali sepekan,” kata calon imam dari Keuskupan Tanjungkarang ini.

Fr Bagas menegaskan, pelayanan GMKSTSP keluar seminari merupakan bagian dari upaya mereka bersentuhan langsung dengan umat. Dengan begitu mereka juga mengenal kehidupan umat.

Merawat Panggilan
Fr Bagas tak tahu persis, kapan GMKSTSP ini dibentuk. “Sudah lama sih, sudah belasan tahun tetapi kapan persisnya, kami tidak tahu.” Tetapi ia cukup paham dengan tujuan GMK-STSP dibentuk. Grup musik ini, seperti halnya grup musik atau bakat lainnya dibentuk dengan tujuan untuk mengasah minat dan bakat, mewariskan kebudayaan para frater. Secara khusus komunitas ini juga menjadi sarana merawat panggilan. Semua kegiatan di seminari harus menghidupi empat aspek yang biasa disingkat “4S”, yaitu: Scientia, Sanctitas, Sanitas, dan Sosialitas. GMK-STSP juga berusaha untuk menghidupi 4S tersebut.

Keterlibatan Fr Bagas di GMK-STSP diawali dengan kekagumannya melihat begitu lengkapnya alat musik yang dimiliki STSP. Frater yang sudah bermain keroncong sejak duduk di Seminari Menengah St Paulus Palembang ini tertantang mengajak rekan sepanggilan untuk memulai lagi apa yang sudah dimulai dulu. “Musik keroncong ini bisa menjadi peluang untuk mengenalkan STSP kepada umat yang mayoritas terdiri dari beragam suku di Sumatera Utara ini,” katanya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*