Artikel Terbaru

Bunda Maria, Inspirasi Karya Seni

Bunda Maria, Inspirasi Karya Seni
1 (20%) 1 vote

Patung Maria hasil karya Yanto pun menghiasi salah satu sudut Kedutaan Vatikan untuk Indonesia. Patung Maria khas Jawa itu mengenakan kebaya dengan kerudung berwarna biru. Patung lain yang dibuat Yanto dengan khas Jawa adalah “Ratu Timur Raya”. Patung ini mengenakan atasan kebaya berhiaskan bunga dan kupu-kupu serta bawahan kain dengan hiasan kupu-kupu dan tanaman seperti padi.

Pengajar di Jurusan Keramik, Institut Kesenian Jakarta (1990-1996) ini juga telah menyelesaikan sketsa patung Maria untuk Wisma Samadi Klender, Jakarta Timur. Patung Maria bergaya Betawi, yang diberi nama “Patung Maria Dipamarga”, yang menggendong bayi Yesus. “Saya memunculkan Maria memakai hiasan kembang goyang, ciri khas lokal setempat perlu,” ungkapnya.

Yanto bersyukur, Gereja Katolik memiliki karya seni yang indah. Ia berpendapat, Gereja Katolik memberikan kesempatan kepada seniman untuk berkreasi. “Seniman punya kuasa, tetapi tidak boleh semena-mena,” tutur Yanto.

Menurutnya, ada patokan-patokan yang mesti diketahui dan menjadi pedoman. “Setiap Maria biasanya memiliki ciri-ciri tersendiri seperti Guadalupe, Meksiko. Ciri itu tidak baku, tetapi jiwanya orang harus sudah tahu itu inspirasi dari Maria mana. Misalnya waktu itu saya membuat sketsa terinspirasi dari Maria Lourdes dengan kata-kata. I am the Immaculate Conception., saya adalah perawan yang tidak bernoda.”

Bagi laki-laki yang kerap mendaraskan doa Salam Maria sebelum menutup hari dan isti rahat malam ini, Maria merupakan seorang ibu yang kuat dan setia. Sebagai ibu yang anaknya dipermalukan, dihina, disalib, Maria tetap setia menemani Sang Putra, Yesus. “Bagi saya, Maria memberi kedamaian dan kekuatan. Sikapnya menerima, pasrah,” ujar Yanto.

Lukisan Wayang
Tema Maria dalam karya seni rupa khas Indonesia juga tertuang dalam lukisan wayang Petrus Agus Herjaka. Dari ribuan karya lukisan tema wayang yang dihasilkan Herjaka, ada sekitar 50-an karya bertema Maria. Pada 1997, saat Tembi Rumah Budaya, Yogyakarta menebitkan kalender kristiani, karya-karya Herjaka bertema Maria menghiasai lembar-lembar penanggalan tersebut.

“Lukisan saya di penanggalan itu sesuai kalender liturgi. Semua lukisan saya versi wayang. Pada Desember, saat peringatan kelahiran Yesus misalnya, maka Maria kami gam barkan tengah bersanding dengan St Yusuf dan domba-dombanya, menunggui dan berdoa di hadapan bayi Yesus,” tutur Herjaka. Lukisan lain dalam kalender itu misalnya lukisan yang menggambarkan Keluarga Kudus, juga Maria Diangkat ke Surga.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*