Artikel Terbaru

Bunda Maria, Inspirasi Karya Seni

Bunda Maria, Inspirasi Karya Seni
1 (20%) 1 vote

Buku-buku karya budayawan Romo Gabriel Possenti Sindhunata SJ juga memanfaatkan karya lukisnya bertema Maria. Baik, untuk cover maupun visualisasi seperti buku berjudul Novena Kembang Tujuh Warna dan Air Tujuh Rupa.

Karya lukisan terakhir Herjaka bertema “Jalan Salib Lurung Kamulyan” juga melukiskan banyak wajah menggambarkan sosok Maria. Malah, lukisan Pieta pada Jalan Salib versi Gunung Sempu, dimanfaatkan seorang perajin di Yogyakarta untuk pembuatan souvenir wayang klitik.

Dalam membuat lukisan Maria, umat Paroki St Yakobus Klodran, Bantul, Keuskupan Agung Semarang ini terinspirasi dari Kitab Suci dan perjalanan spiritualnya. “Saya temukan sosok Maria, selanjutnya saya bawa ke perspektif lebih luas. Maria sebagai sosok seorang ibu yang memberi dan tak pernah meminta kembali, dan saya tarik, Maria yang bisa menjelma sebagai Dewi Sri, yang memberi tanpa pamrih. Maria sebagai seorang ibu yang welas asih,” ujarnya.

Lukisan tentang Dewi Sinta tengah menyusui ketika mentransfer aji wundri, sebuah kekuatan luar biasa yang diberikan pada Hanoman juga dikatakan Herjaka sebagai gambaran Maria yang memiliki kekuatan luar biasa sebagai seorang ibu. Karya Herjaka ini dimanfaatkan oleh Romo Sindhu sebagai cover buku Anak Bajang Menggiring Angin. “Ibu Bumi, Ibu Pertiwi, Dewi Padi yang memberi kesuburan dan menjadi kehidupan manusia, itu semua menurut saya kepanjangan tangan dari Ibu Maria,” kata pelukis yang lebih dikenal dengan Herjaka HS ini.

Inspirasi Maria
Seniman lain yang terinspirasi sosok Maria adalah RA. Nugroho Adi Prabowo. Kelahiran Ambarawa, Jawa Tengah, 13 Juli 1974 ini membuat Patung Bunda Maria Diangkat ke Surga (Maria Assumpta) yang dipasang di kompleks Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA). Pembuatan patung Maria ini terinspirasi dari pengabdian Bunda Maria kepada Allah melalui kesediaannya menjadi Bunda Allah dalam fiatnya: “Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataan-Mu” .

Adi mengungkapkan bahwa patung Maria Assumpta ini dibuat dari bahan dasar pasir cilica, recin, dan besi baja sebagai kerangka. Patung ini diberkati pada Hari Raya Maria Diangkat ke Surga, 15 Agustus 2015.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*