Artikel Terbaru

Bunda Maria, Inspirasi Karya Seni

Bunda Maria, Inspirasi Karya Seni
1 (20%) 1 vote

Dalam proses pembuatan patung Maria Assumpta ini, Adi dibantu oleh kakaknya, R.B.A. Koentjoro Boedy Pranoto dan adiknya, R.A. Hartanto Agung Yuwono. Adi bersaudara mempersembahkan patung Maria ini sebagai ungkapan syukur mereka dan keluarga. Adi dan keluarga bersyukur atas penyertaan Allah dalam perjalanan hidup. Melalui doa dengan perantaraan Bunda Maria, Adi dan saudara- saudaranya merasakan campur tangan Allah dalam setiap karya mereka. Selain itu, ide pembuatan patung Maria ini juga didorong oleh keinginan untuk membuat karya rohani yang dapat dinikmati dan bermanfaat bagi banyak orang, sebagai ikon khusus GMKA.

Sementara itu, alumni Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra, Jonathan Chanutomo membuat gambar Paus Fransiskus menggendong seekor domba dengan gambar Bunda Maria di bagian atasnya. Jonathan menggambarkan Maria dalam kebaya Jawa yang dihiasi motif Stella Maris yang berarti “Bintang Samudera”, salah satu gelar Maria.

Laki-laki asli Surabaya ini sengaja membuat gambar itu untuk dihadiahkan kepada Paus Fransiskus. Jonathan memberikan gambar itu kepada Paus Fransiskus pada 15 Agustus 2014 di Shrine of Solmoe, tempat kelahiran St Andrew Kim Dae-geon, pastor pertama dari Korea Selatan. Kala itu, Jonathan bersama orang muda Katolik se-Asia yang mengikuti Asian Youth Day (AYD) 2014 di Korea Selatan tengah menanti kedatangan Paus Fransiskus.

“Saya buat gambar ini ketika masih di Indonesia. Bermodal laptop dan Photoshop lalu dicetak dengan kanvas berukuran A3,” ungkap Alumni SMK Stella Maris, Surabaya ini. Ia mengaku, karakter wajah Maria yang ia gambar terinspirasi dari wajah artis Happy Salma. “Kenapa Happy Salma? Karena wajahnya Indonesia banget,” imbuh Jonathan saat ditemui di Jakarta. “Pada bagian atas lukisan, saya menggambarkan Bunda Maria, dalam pakaian adat Jawa, memberikan pengayoman kepada Paus. Mata sang bunda memandang Paus, menunjukkan bahwa Bunda Maria selalu mendoakan Paus dalam tugas penggembalaannya ini,” paparnya.

Pilihan Jonathan menggambarkan Maria dengan kebaya karena ia berasal dari Pulau Jawa dan dekat dengan budaya Jawa. “Salah satu misi utama Gereja Katolik di Indonesia pun berawal di Sendangsono, Jawa Tengah. Bunda Maria memainkan peran yang sangat kuat bagi keimanan orang-orang Katolik pertama ini. Saat mengerjakan gambar ini, saya sambil memutar lagu Ndherek Dewi Mariyah berulang-ulang,” ungkap Jonathan.

Maria memberikan inspirasi kepada para seniman dalam menghasilkan karya seni religius. Harapannya karya yang terinspirasi Maria ini bisa membantu umat dalam menghayati iman dan mendekatkan diri kepada Allah.

Maria Pertiwi
Laporan: A. Nendro Saputro (Jakarta), H. Bambang S. (Yogyakarta), A. Aditya Mahendra (Jakarta)

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 20 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 15 Mei 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*