Artikel Terbaru

Alexander Marwata: Memberantas Korupsi Secara Sistematis

Alexander Marwata: Memberantas Korupsi Secara Sistematis
1 (20%) 2 votes

Sorotan media massa serta beragam penolakan dari masyarakat terhadap dirinya, ternyata berbeda 180 derajat saat di ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat. Komisi III DPR justru memilih Alex sebagai salah satu dari lima pimpinan KPK periode 2015-2019, pada Desember 2015.

Saat voting di DPR, Alex tak hadir. Hampir seharian, ia berada dalam ruang persidangan. Alex menjadi hakim anggota dalam sidang Otto Cornelis Kaligis dan sidang yang lain. Ia mengetahui terpilih sebagai Komisioner KPK saat wartawan mengucapkan selamat.

Lifestyle Check
Tak hanya dikenal kerap memberikan dissenting opinion, Alex juga beken dengan inovasi tentang lifestyle check. Saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan H. Rasuna Said, Jakarta Selatan, ia menjelaskan, lifestyle check merupakan deteksi awal untuk melihat anomali antara penghasilan dengan gaya hidup para penyelenggara negara.

Ia mencontohkan, pola hidup dan daya konsumsi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebetulnya bisa ditakar dari gaji serta tunjangan yang ia terima tiap bulan. Jika seorang PNS dengan pendapatan yang diterima seharusnya hidup sederhana, tapi dalam praktik justru mewah, masyarakat harus curiga.

Sayangnya, keluh Alex, masyarakat Indonesia kerap tak peduli soal ini. Rakyat baru mengetahui ketika pelaku penyimpangan dinyatakan bersalah. Di saat inilah masyarakat baru menyadari ternyata ada ketidakseimbangan antara gaya hidup dengan pendapatan yang diterima pelaku.

Melalui konsep ini, Alex mengajak masyarakat agar mengamati perilaku para penyelenggara negara dengan profil penghasilannya. KPK, kata Alex, tak bisa bekerja sendirian. Ia dan rekan-rekannya membutuhkan kerjasama apik dari masyarakat.

Karena itu, ia acapkali mengajak masyarakat ikut mengawasi dan melaporkan jika melihat para abdi masyarakat merugikan kekayaan negara. “Pengawasan oleh masyarakat saya pikir lebih efektif,” tandas alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini.

Alex terbilang getol mencegah terjadinya korupsi daripada menindak koruptor. Menindak tanpa diimbangi dengan tindakan pencegahan bak membuang garam ke lautan. Banyak energi terkuras, sementara korupsi takkan pernah habis. Penindakan, kata Alex, memang memberikan efek jera. Tapi tanpa dibarengi dengan pencegahan, rentan terjadi korupsi dan melahirkan koruptor-koruptor baru.

Pelantikan Komisioner KPK oleh Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara. [NN/Dok. KPK]
Pelantikan Komisioner KPK oleh Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara.
[NN/Dok. KPK]

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*