Artikel Terbaru

Hari Orang Sakit Sedunia

Hari Orang Sakit Sedunia
2.5 (50%) 2 votes

Ketiga, setiap tahun Bapa Suci menerbitkan pesan khusus untuk HOSS, dan memilihkan tema untuk perayaan HOSS setiap tahun. HOSS tahun 2012 bertemakan “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.” (Luk 17:19). Pesan khusus Paus Benediktus XVI tahun 2012 ini sungguh kaya akan makna yang sangat kita butuhkan dalam hidup sehari-hari.

Ia menyatakan bahwa “masa penderitaan bisa diubah menjadi masa rahmat.” Seringkali dalam penderitaan orang digoda untuk menjadi putus asa dan kehilangan harapan, tetapi dengan menyadari penyertaan Tuhan, masa ini bisa diubah menjadi masa rahmat untuk “mawas diri,” untuk “mengevaluasi kembali hidup seseorang, mengakui kegagalan dan kesalahan, membangkitkan kerinduan akan Bapa dan mengikuti jalan menuju rumah-Nya.”

Tema HOSS tahun ini, mengajak kita untuk “menyadari pentingnya iman, bagi mereka yang sakit dan berbeban berat untuk datang pada Tuhan. Dalam pertemuan dengan Tuhan, mereka sungguh dapat mengalami bahwa mereka tidak sendirian. Allah, melalui Putra-Nya, tidak meninggalkan kita dalam kecemasan dan penderitaan kita, tetapi membantu kita untuk menanggungnya, dan ingin menyembuhkan kita dari dalam hati kita (bdk Mrk 2:1-12).”

Paus Benediktus XVI menekankan secara khusus tugas Gereja untuk memberikan “sakramen-sakramen penyembuhan,” yaitu sakramen Rekonsiliasi dan Pengurapan Orang Sakit, yang umumnya “mendapatkan penutupan alamiahnya dalam Ekaristi.” Dimensi penyembuhan dari sakramen-sakramen inilah yang perlu ditekankan kembali. (Tentang dimensi penyembuhan Sakramen Pengurapan Orang Sakit, lihat HIDUP No 23 Tanggal 8 Juni 2008, dan No 28 Tanggal 18 Juli 2010).

Untuk menekankan dimensi penyembuhan dari sakramen Rekonsiliasi, Bapa Suci menyebutnya “obat pengakuan” (medicine of confession) yang akan mengangkat seseorang dari kegelapan pengalaman akan penderitaan dan dosa dengan memberi pengharapan serta hidup kekal. Pengalaman dosa itu bertemu dengan Kasih yang mengampuni dan mentransformasi (Reconciliatio et Paenitentia, 31).

Semua ini menunjukkan bahwa Gereja melanjutkan kepedulian Yesus Kristus kepada orang sakit, dan bahwa melalui kuasa penyembuhan dari sakramen-sakramen itu, Yesus masih hadir dan bekerja di tengah-tengah umat.

Dr Petrus Maria Handoko CM

Sumber Artikel Majalah HIDUP Edisi No. 7 Tanggal 12 Februari 2012

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*