Artikel Terbaru

Mengaku Dosa lewat Teknologi Informatika

Mengaku Dosa lewat Teknologi Informatika
1 (20%) 1 vote

Kedua, pembicaraan gencar tentang pengakuan dosa melalui internet dipicu oleh peluncuran sebuah program aplikasi oleh Apple yang bernama ”Confession: A Roman Catholic App.” Program ini dikembangkan oleh Patrick Leinen. Program ini adalah alat bantu untuk melalukan pemeriksaan batin sebelum melakukan pengakuan dosa, dan juga menjelaskan tentang tata cara melakukan Sakramen Pengakuan Dosa itu. Maka, program ini bisa sangat membantu seseorang untuk memperoleh pengampunan dosa, yaitu sebagai persiapannya yang rinci. Bagaimanapun, program ini hanyalah alat bantu. Alat bantu ini tidak bisa menggantikan pengakuan lisan melalui perjumpaan pribadi.

Dalam suatu ziarah, saya terdorong untuk mengakukan dosa kepada romo yang membimbing ziarah itu. Tetapi, romo itu tidak membawa stola dan di tempat itu tidak mungkin meminjam stola imam. Maka, pengakuan dosa dilakukan tanpa mengenakan stola ungu. Juga pengakuan dosa itu dilakukan secara cepat-cepat karena jadwal ziarah, sehingga romo itu tidak sempat memberikan nasihat. Apakah pengakuan dosa saya sah?

Percy Tyastuti, 081233588xxx

Keabsahan Sakramen Rekonsiliasi ditentukan oleh penyesalan, pengakuan lisan, dan pelaksanaan penitensi sebagai materia sacramentis, dan pengampunan (absolusi) sebagai forma sacramentis. Jika ketentuan materia dan forma itu dipenuhi, maka sakramen itu terjadi.

Stola adalah tanda otoritas, tetapi tidak ikut menentukan sah atau tidaknya sebuah sakramen. Yang lebih penting ialah otoritas dari imam itu sendiri, yaitu yang hendak ditandakan oleh stola itu. Jika imam itu mempunyai otoritas, maka Sakramen Rekonsiliasi itu sudah sah, meskipun diberikan (secara darurat) tanpa mengenakan stola.

Nasihat tidak ikut menentukan sah atau tidaknya sebuah Sakramen Rekonsiliasi. Juga tanpa pemberian nasihat, Sakramen Rekonsiliasi itu tetaplah sah.

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM

Sumber Artikel Majalah HIDUP Edisi No. 12 Tanggal 20 Maret 2011

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*